Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kandangan

Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Hutan Loksado

×

Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Hutan Loksado

Sebarkan artikel ini
Proses evakuasi mayat korban pembunuhan di hutan Loksado oleh tim gabungan, Polisi/TNI dan relawan. (Sumber: Relawan HSS)
Proses evakuasi mayat korban pembunuhan di hutan Loksado oleh tim gabungan, Polisi/TNI dan relawan. (Sumber: Relawan HSS)

KANDANGAN, Bacakabar – Warga Desa Muara Ulang, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat pria tanpa kepala di kawasan hutan perbatasan dengan Desa Kundan, Kecamatan Hantakan, Sabtu (31/5/2025). Polisi menduga korban tewas akibat pembunuhan sadis dengan motif mutilasi.

Kapolres HSS AKBP Muhammad Yakin Rusdi menyampaikan informasi melalui Kasi Humas AKP Purwadi. Ia menjelaskan bahwa warga pertama kali menemukan jenazah sekitar pukul 12.33 WITA.

“Tim gabungan relawan, TNI, dan Satreskrim mengevakuasi korban pada pukul 13.20 WITA dan langsung membawanya untuk pemeriksaan forensik,” ujar Purwadi kepada wartawan.

Kasatreskrim Polres HSS Iptu May Felly Manurung memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas menyita sejumlah barang bukti dan segera mengirim jenazah ke rumah sakit untuk autopsi.

Pihak keluarga menduga korban bernama Jumaidi (40), warga Dusun Bangkaun, yang dilaporkan hilang sejak Jumat malam (30/5). Mereka mengenali korban dari pakaian dan sepatu bot yang masih melekat di tubuh.

Petugas terus menyisir lokasi untuk menemukan bagian kepala korban yang belum ditemukan. Polisi juga menyelidiki kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan bentrok antarwarga yang terjadi sehari sebelum kejadian.

Kapolres AKBP Muhammad Yakin Rusdi menegaskan komitmen pihaknya dalam mengungkap kasus ini secara tuntas.

“Kami akan mengusut kasus ini sampai tuntas. Tim terus mendalami motif dan pelaku di balik kejadian mengerikan ini,” ucapnya.

Warga di sekitar lokasi penemuan merasa resah dan cemas. Tokoh masyarakat menyerukan agar proses hukum berjalan secara adil tanpa memicu konflik horizontal.

Pihak Polres HSS mengerahkan pengamanan tambahan untuk menjaga situasi tetap kondusif di wilayah perbatasan tersebut.

Baca Juga  Cegah Ilegal Fishing, Warga di Pesisir Danau Bangkau Diibau Petugas Polair

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *