KUALA KAPUAS — Lomba Besei Kambe, olahraga tradisional khas Dayak Ngaju, menarik ratusan warga yang memadati Dermaga KP3, Jalan Sudirman, Kamis (9/4/2026).
Ajang ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas dan HUT ke-75 Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Wakil Bupati Kapuas Dodo membuka langsung perlombaan yang digelar di tepian Sungai Kapuas. Sebanyak 53 peserta dari kategori pelajar dan umum ambil bagian dalam lomba yang dikenal sebagai “dayung hantu”.
Berbeda dari lomba dayung biasa, Besei Kambe mengharuskan dua peserta berada dalam satu perahu dengan posisi saling membelakangi. Keduanya mendayung ke arah berlawanan untuk menarik lawan melewati batas yang ditentukan.
Format unik ini memadukan kekuatan fisik dan strategi, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
“Ini bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Kapuas,” ujar Dodo.
Selain sebagai hiburan, kegiatan ini dinilai mampu menumbuhkan sportivitas sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
Antusiasme terlihat dari partisipasi 32 peserta putra dan 21 peserta putri. Pertandingan berlangsung sengit, mengingat olahraga ini menuntut stamina dan kekuatan yang tinggi.
Pemerintah daerah berharap lomba Besei Kambe dapat terus digelar secara rutin sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.












