JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman selama periode Idulfitri 1447 Hijriah.
Per 22 Maret 2026, ketahanan stok BBM dinilai sangat memadai, baik untuk jenis subsidi maupun nonsubsidi. Distribusi dari terminal BBM ke SPBU juga dilaporkan berjalan lancar.
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menyatakan pemerintah terus memantau ketersediaan dan kualitas BBM guna menjaga stabilitas pasokan selama arus mudik dan balik Lebaran.
Selain skala nasional, penguatan distribusi juga dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Barat yang sempat mengalami lonjakan permintaan.
Sejumlah SPBU di Pontianak dioperasikan selama 24 jam untuk mengurai antrean, sementara penambahan suplai BBM dilakukan sejak malam takbiran.
Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga, kondisi antrean di beberapa wilayah mulai berangsur normal, meski masih terdapat kepadatan di sejumlah daerah seperti Sambas dan Landak.
Selama periode 9–22 Maret 2026, penyaluran BBM jenis bensin di Kalimantan Barat meningkat sekitar 19,8 persen dari kondisi normal, sementara solar mengalami fluktuasi.
Menjelang arus balik, BPH Migas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap memanfaatkan layanan resmi jika membutuhkan BBM darurat.
Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga meningkatkan pengawasan untuk mencegah penimbunan dan menjaga distribusi tetap merata.












