Viral

Koperasi Merah Putih Dibangun di Depan Makam, Warga Malah Senang

×

Koperasi Merah Putih Dibangun di Depan Makam, Warga Malah Senang

Sebarkan artikel ini
Koperasi Merah Putih di depan makam Lamongan.
Bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Tumenggungan, Lamongan, yang viral karena lokasinya tepat di depan area pemakaman.

LAMONGAN – Bayangkan mau belanja atau ngurus administrasi koperasi, tapi pemandangan depannya bukan pertokoan atau jalan raya, melainkan deretan makam.

Itulah yang terjadi di Kelurahan Tumenggungan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ini mendadak viral karena lokasinya yang unik: dibangun tepat di lahan yang berbatasan langsung dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Faktanya, koperasi ini tidak berdiri di atas tanah makam atau menggusur satu pun nisan. Hanya saja, posisi gedung menghadap langsung ke area kuburan. Akses masuknya pun unik, jalur sepanjang 100 meter dari jalan raya diapit makam di kiri dan kanan.

Lalu kenapa kok dibangun di situ?

Lurah Tumenggungan, Juanidi, menjelaskan awalnya mereka mengincar lahan di Jalan Kusuma Bangsa yang jauh lebih strategis. Tapi lahannya tidak memenuhi syarat minimal 30 x 20 meter. Karena keterbatasan tanah kas desa, akhirnya lewat musyawarah mufakat diputuskan memanfaatkan sisa lahan kosong di depan kompleks pemakaman.

Daripada takut atau protes, warga justru menyambut positif. Samsuri, juru kunci Makam Tumenggungan yang sudah hampir 9 tahun bertugas, malah senang.

“Tanggapan saya biasa-biasa aja. Kalau malam itu kelihatannya terang. Bagi orang lain seram, tapi orang sini biasa,” ujarnya Minggu, (21/6/2026).

Kehadiran koperasi justru mengubah suasana kawasan makam yang dulunya sepi jadi lebih ramai dan terang benderang. Samsuri bilang area makam kini sering dijadikan tempat bermain anak-anak di malam hari.

“Warga sekitar juga mulai mengembangkan budidaya melon yang rencananya dipasok langsung ke koperasi. Pelaku UMKM seperti pemilik warung juga diuntungkan karena bisa mendapat bahan baku lebih murah tanpa perlu jauh-jauh,” ujar Lurah Tumenggungan, Juanidi.

“Fenomena ini jadi bukti kreativitas desa bisa mengubah keterbatasan lahan jadi peluang ekonomi, tanpa diganggu mitos atau rasa takut,” tambahnya.

Baca Juga  Bangkitkan UMKM, Wabup Mura Secara Resmi Buka Pasar Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *