KANDANGAN – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, menegaskan pembangunan pertanian berkelanjutan perlu dimulai dari ketahanan pangan keluarga.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi dan Strategi Pembangunan Pertanian, Perikanan, dan Pangan Berkelanjutan melalui Pertanian Terpadu yang Produktif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan di Kabupaten HSS, Jumat (30/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Mustaidah membawakan materi bertajuk “Sinergitas TP PKK dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan melalui Pemberdayaan Ketahanan Pangan Keluarga di Kabupaten Hulu Sungai Selatan”.
Ia menjelaskan, pembangunan pertanian tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan produksi di lahan. Keluarga juga memiliki peran penting karena menjadi konsumen sekaligus bagian dari pelaku ketahanan pangan.
Menurutnya, kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan bergizi dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sekaligus memperkuat sektor pertanian lokal.
Peran tersebut sejalan dengan program kerja Kelompok Kerja (Pokja) III TP PKK yang berfokus pada penguatan ketahanan keluarga, khususnya di bidang pangan.
Salah satu program yang dijalankan adalah HATINYA PKK (Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman), yakni gerakan pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan tanaman pangan.
Selain itu, terdapat program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang mengajak keluarga menerapkan pola konsumsi pangan beragam dengan memperhatikan kebutuhan gizi dan keamanan pangan.
Rapat koordinasi tersebut menjadi forum bagi berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun strategi pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan pangan di Kabupaten HSS.
Pembahasan diarahkan pada pengembangan pertanian terpadu yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah serta berbagai sektor terkait.






