Opini

KAWIN PAKSA ANIS – PUAN

×

KAWIN PAKSA ANIS – PUAN

Sebarkan artikel ini

Oleh : Syeikh Ashfian Noor Sahbas al Haqqi Bin Shahab al Banjary

Anis Baswedan memang terus berusaha melaju untuk siap berkompetisi di Pilpres 2024. Persoalannya Anis bukan Anggota Partai Poltik juga bukan Pimpinan Parpol. Realitas Ini bisa jadi batu sandungan besar buat Anis. Dan tidak bisa dianggap remeh. Karena bagaimanapun konstitusi menyaratkan bahwa seorang Capres/Cawapres harus didukung oleh Partai Politi dan/atau gabungan Partai Politik.

Persoalan lainnya adalah pembelahan pada masing-masing pendukung yang dilabeli dengan Cebong dan Kadrun. Bisakah mereka dipersatukan dan menerima realitas politik manakala Anis dan Puan bersanding di kursi pelaminan Capres dan Cawapres.

Itulah bagian dari kompleksitas persoalan yang dihadapi, baik oleh Anis Baswedan maupun Puan Maharani.

Tapi satu hal yang perlu dipahami dalam konteks Cebong-Kadrun bahwa memori sosial masyarakat kita sangat pendek dan cepat melupakan. Apalagi jika ada kepentingan bersama yang akan dikomitmenkan.

Apa, siapa dan dapat apa. Terminologi cebong dan kadrun akan hanyut dibawa kepentingan.

Bisa dibangun logika politik baru yang akan dikampanyekan “demi untuk persatuan dan kesatuan nasional”

Dalam kondisi seperti itu, mungkinkah terjadi Anis Baswedan harus ikhlas dijodohkan dengan Puan Maharani. Dan pada akhirnya, Anis Baswedan harus melakukan KAWIN PAKSA dengan Puan Maharani untuk mendapatkan perahu politik memenuhi persyaratan sebagai Capres dan Cawapres.

Memang pilihan yang dilematis. Memilih antara MADU DITANGAN KANAN RACUN DITANGAN KIRI.

Tapi itulah politik. Politik, segalanya penuh dengan serba kemungkinan. Politik adalah seni. Perkembangannya dinamis, perubahannya pun perdetik.

Pada akhirnya bisa saja berlaku adagium politik, “Tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang ada hanya kepentingan.

Penulis merupakan salah satu tokoh Agama di Kalsel dan menjabat Ketua Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Kalimantan Selatan.

Baca Juga  Diplomasi Bela Palestina Presiden Prabowo Subianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *