Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Organisasi Pers

Jafarudin Terpilih Aklamasi Pimpin SMSI DIY 2026–2030, Soroti Masa Depan Jurnalisme Digital

×

Jafarudin Terpilih Aklamasi Pimpin SMSI DIY 2026–2030, Soroti Masa Depan Jurnalisme Digital

Sebarkan artikel ini
Serah terima pataka SMSI DIY kepada Jafarudin usai terpilih sebagai Ketua SMSI DIY periode 2026–2030 dalam Musprov di Yogyakarta.
Serah terima pataka dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) SMSI DIY menandai terpilihnya Jafarudin sebagai Ketua SMSI DIY masa bakti 2026–2030 di Yogyakarta, Selasa (17/2/2026).

YOGYAKARTA — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi memiliki kepengurusan baru setelah Jafarudin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua SMSI DIY masa bakti 2026–2030 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar di Sleman, 17 Februari 2026.

Jafarudin yang juga pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi beritajogja.com menggantikan Sihono HT, Ketua SMSI DIY periode 2022–2026. Dalam struktur kepengurusan terbaru, Sihono dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina SMSI DIY.

Serah terima kepemimpinan ditandai dengan penyerahan pataka organisasi dari Sihono kepada Jafarudin sebagai simbol pergantian kepengurusan.

Dalam sambutannya, Jafarudin menegaskan komitmennya memperkuat peran organisasi serta ekosistem media siber di tengah dinamika industri pers digital.

Ia menyebut penguatan ekosistem media menjadi prioritas utama, termasuk mendorong terciptanya industri media siber yang sehat, mandiri, dan profesional, sekaligus berkontribusi pada pembangunan masyarakat demokratis dan berdaya literasi.

Penutupan Musprov juga dirangkai dengan bedah buku karya Jafarudin berjudul Ambang Sandyakala Jurnalisme, Salam Sayang untuk Dewan Pers. Buku tersebut sebelumnya diluncurkan pada momentum Hari Pers Nasional 9 Februari 2026.

Dalam pemaparannya, Jafarudin menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi pers di era digital, mulai dari dominasi algoritma platform global, maraknya disinformasi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga tekanan ekonomi terhadap media, khususnya media startup dan lokal.

Ia juga mengkritisi kebijakan verifikasi perusahaan pers yang dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi media skala kecil, meski banyak di antaranya telah berbadan hukum dan dijalankan oleh jurnalis profesional.

Menurutnya, media lokal tetap memiliki peran penting karena menjalankan fungsi verifikasi informasi dan akuntabilitas publik di tengah arus informasi digital yang semakin cepat.

Sementara itu, Sihono HT yang menjadi salah satu pembedah buku menilai karya tersebut lahir dari kegelisahan praktisi media terhadap perubahan ekosistem pers pascareformasi. Ia menilai regulasi administratif perlu tetap memperhatikan keberagaman media, terutama di daerah.

Baca Juga  Menimipas Agus Andrianto Tutup Rakernas IWO 2025: Wartawan Online Penyangga Moral Informasi Publik

Pendapat serupa disampaikan Ketua PWI DIY, Hudono, yang turut menjadi pembedah buku. Ia menilai diskusi mengenai tata kelola pers penting dilakukan agar ekosistem media tetap sehat tanpa mengurangi prinsip kebebasan pers sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Melalui kepemimpinan baru ini, SMSI DIY diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarperusahaan media siber sekaligus menjaga kualitas jurnalisme di tengah perubahan lanskap industri media digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *