TANAH LAUT — Kabar kemunculan harimau di Desa Asam Jaya, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, sempat membuat warga heboh. BKSDA Kalimantan Selatan bahkan turun ke lokasi setelah menerima laporan adanya warga yang melihat harimau di sekitar desa.
Petugas datang dengan membawa kandang besi dan sejumlah peralatan untuk penanganan satwa.
Perwakilan BKSDA Kalimantan Selatan, Debi Imam Saputra, mengatakan pihaknya menerima laporan tersebut dari Kepala Desa Asam Jaya, Dwi Wahyu Yuliantono.
“Karena informasi berasal dari Kades yang mengaku sudah konfirmasi ke saksi, kami anggap perlu ditindaklanjuti. Kami bawa perlengkapan lengkap, termasuk kandang besi dan peralatan penanganan satwa,” ujar Debi, Selasa (20/10/2026).
Debi mengatakan pihaknya sempat ragu karena keberadaan harimau di Kalimantan bukan hal yang lazim. Namun, laporan tetap ditindaklanjuti untuk memastikan informasi tersebut.
Perwakilan KPH Tanah Laut, Lilis, juga mengatakan laporan perlu diperiksa untuk memastikan keberadaan satwa tersebut di sekitar permukiman.
Hasil penelusuran di lapangan kemudian mengungkap fakta berbeda. Foto harimau yang beredar dan menjadi sumber kehebohan ternyata dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Dua warga Desa Asam Jaya, YR (29) dan MN (16), yang masih berstatus pelajar SMA, mengakui telah membuat dan menyebarkan foto tersebut.
Keduanya kemudian membuat pernyataan tertulis berisi permintaan maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
“Dengan klarifikasi ini, informasi awal soal kemunculan harimau tidak bisa dijadikan bukti bahwa satwa itu ada di Asam Jaya,” tegas Debi.












