Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Samarinda

Gubernur Harum: Tambang Harus Tinggalkan Kemajuan, Bukan Kerusakan

×

Gubernur Harum: Tambang Harus Tinggalkan Kemajuan, Bukan Kerusakan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), memberikan keterangan usai menerima jajaran Badan Bank Tanah di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (1/10/2025). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), memberikan keterangan usai menerima jajaran Badan Bank Tanah di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (1/10/2025). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan agar mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Harum saat menerima audiensi jajaran Badan Bank Tanah di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (1/10/2025).

Ia menyoroti bahwa kekuatan ekonomi Kalimantan Timur hingga kini masih bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam tak terbarukan seperti minyak, gas bumi, dan batu bara. Namun, sebesar apa pun hasil yang diperoleh, tidak akan mampu memperbaiki kerusakan lingkungan apabila dikelola tanpa tanggung jawab.

Gubernur Harum yang menamatkan pendidikan S1 hingga S3 di Kaltim itu menegaskan bahwa kegiatan tambang harus membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. “Kalau ada tambang, maka harus ada kemajuan. Yang jadi masalah adalah kalau kemajuannya tidak ada, tapi kerusakannya di mana-mana,” ujarnya.

Ia mendorong agar perusahaan tambang dan migas tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga turut berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, kontribusi tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk pembangunan jalan, penyediaan air bersih dari void tambang, serta dukungan terhadap sektor pertanian, perikanan, pendidikan, dan sosial.

Beberapa perusahaan pertambangan di Kalimantan Timur telah menunjukkan komitmen terhadap praktik berkelanjutan. PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kutai Timur, PT Berau Coal di Berau, dan PT Indominco Mandiri di Bontang tercatat aktif dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Mereka turut berperan dalam pembangunan fasilitas air bersih dan pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah tambang.

Selain sektor batu bara, Kalimantan Timur juga menjadi salah satu pusat utama produksi minyak dan gas bumi di Indonesia. Perusahaan besar seperti Pertamina Hulu Mahakam (PHM), ENI East Sepinggan Ltd., Chevron Indonesia Company (CICO), dan Vico Indonesia (BP Berau Ltd./Saka Energi) beroperasi di wilayah ini dan berkontribusi terhadap kebutuhan energi nasional.

Baca Juga  DLH Murung Raya Imbau Warga Tidak Buang Sampah di Jalan dan Sungai

Hingga kini, Kalimantan Timur menyumbang sekitar 60 persen dari total produksi batu bara nasional dan menjadi kontributor utama ekspor energi Indonesia. Karena itu, Gubernur Harum menekankan pentingnya memperkuat tata kelola lingkungan agar keberadaan industri pertambangan dan migas membawa dampak positif jangka panjang.

“Bisnis pertambangan dan migas tidak boleh meninggalkan jejak kerusakan, melainkan harus meninggalkan kemajuan,” tegasnya menutup pertemuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *