Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Tanah Bumbu

Dinkes Tanah Bumbu: Kasus DBD Masih Landai, Warga Diminta Jangan Lengah

×

Dinkes Tanah Bumbu: Kasus DBD Masih Landai, Warga Diminta Jangan Lengah

Sebarkan artikel ini
Wenti Setia Anggraini duduk di ruang kerjanya memberikan keterangan soal DBD Tanah Bumbu.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tanah Bumbu, Wenti Setia Anggraini, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/5). (Foto: Barlis/bacakabar)

Batulicin, bacakabar — Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu merespons dugaan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Desa Barokah, Kecamatan Simpang. Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Arman Jaya Rikki melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Wenti Setia Anggraini, menyebut secara umum situasi DBD di wilayah Tanah Bumbu masih landai dan tidak menonjol.

“Kasus DBD di Tanah Bumbu tidak terlalu menonjol, masih landai,” ujar Wenti, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/5).

Kendati begitu, ia menegaskan Dinkes tidak lengah. Pihaknya terus menggencarkan imbauan pencegahan melalui puskesmas dan kunjungan ke desa-desa. Materi utama yang disampaikan adalah 3M: menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas.

Wenti mengingatkan, nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue justru menyukai tempat bersih yang menampung air jernih. Bukan air kotor atau selokan. “Justru di tempat bersih itulah jentik berkembang biak. Jadi jangan lengah,” katanya.

Selain 3M, program Jumat Bersih yang digagas Bupati Andi Rudi Latif juga menjadi andalan pencegahan. Setiap Jumat, warga diimbau membersihkan lingkungan secara serentak. Wenti menilai program ini cukup efektif menekan potensi penyebaran nyamuk jika dijalankan rutin dan menyeluruh.

Ia juga meminta warga mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang bisa menampung air hujan, seperti kaleng, ban bekas, dan botol. “Itu tempat favorit nyamuk bertelur,” tambahnya.

Dinkes memastikan akan tetap memantau perkembangan di lapangan. Jika ada laporan kasus baru, petugas siap turun melakukan penyelidikan epidemiologi dan fogging bila diperlukan. Masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap waspada. Warga yang mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan muncul bintik merah di kulit diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. “Penanganan cepat itu kunci,” pungkas Wenti.

Baca Juga  Bawa Sabu Pria di Tanbu Ditangkap Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *