Tanah Bumbu

Debu Crusher Batu Bara Dikeluhkan, Kades Mekarjaya Sebut Sekolah dan Tempat Ibadah Ikut Terdampak

×

Debu Crusher Batu Bara Dikeluhkan, Kades Mekarjaya Sebut Sekolah dan Tempat Ibadah Ikut Terdampak

Sebarkan artikel ini

BATULICIN – Keluhan terhadap debu yang diduga berasal dari aktivitas crusher batu bara di kawasan pelabuhan Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, terus bermunculan. Selain mengganggu permukiman warga, debu juga disebut mulai berdampak pada lingkungan sekolah dan tempat ibadah di Desa Mekarjaya.

Kepala Desa Mekarjaya, Yono, mengatakan persoalan tersebut sudah beberapa kali disampaikan kepada perusahaan yang beroperasi di sekitar pelabuhan. Pemerintah desa berharap ada langkah nyata agar debu tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat musim kemarau.

“Kami terus berkoordinasi dengan perusahaan agar masalah debu ini bisa segera diatasi,” kata Yono kepada Bacakabar, Senin (27/7/2026).

Menurut Yono, saat cuaca kering debu lebih mudah terbawa angin hingga masuk ke kawasan permukiman. Kondisi itu juga dikeluhkan warga karena debu mengotori lingkungan sekolah dan tempat ibadah yang berada tidak jauh dari kawasan pelabuhan.

Pemerintah desa, kata Yono, terus menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan agar upaya pengendalian debu segera dilakukan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Persoalan tersebut juga mendapat perhatian Komisi III DPRD Tanah Bumbu. Ketua Komisi III, I Wayan Sudarma, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran debu batu bara dan berencana meninjau kawasan pelabuhan pada pekan ini.

“Kalau memang terbukti berasal dari aktivitas tersebut, kami akan meminta perusahaan segera mengatasinya karena ini menyangkut kepentingan masyarakat,” ujar Wayan.

Baca Juga  Langkah Tegas Sekda Tanbu: Resmikan Sekolah Filial dan Angkat Guru Honorer
Penulis: barlisEditor: rahmat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *