Hiburan

Dari Sragen ke Miss Batik Indonesia 2026, Puji Rahayu Bawa Misi Regenerasi Batik

×

Dari Sragen ke Miss Batik Indonesia 2026, Puji Rahayu Bawa Misi Regenerasi Batik

Sebarkan artikel ini

Jawa Tengah – Di tengah kehidupan yang semakin cepat dan serba instan, Puji Rahayu, representasi Jawa Tengah dalam Miss Batik Indonesia 2026, membawa gagasan “Batik di Tengah Generasi Instan” sebagai ajakan untuk kembali menghargai proses, filosofi, dan manusia di balik setiap karya batik.

Lahir di Sragen, Jawa Tengah, Puji tumbuh di lingkungan yang dekat dengan dunia batik. Sejak 2011, ia aktif dalam berbagai kegiatan batik dan fashion. Perjalanannya juga berkembang ke dunia modeling, termasuk modeling bridal dan busana pernikahan adat. Puji pernah memperoleh penghargaan dari Wali Kota Bandung, meraih Best Total Look Batik Nusantara, serta memperdalam ilmu modeling bersama Kimmy Jayanti.

Pengalaman tersebut membawanya untuk meneruskan usaha keluarga sekaligus menjadi reseller batik autentik dari Sragen. Bagi Puji, batik bukan sekadar kain atau fashion. Di balik setiap lembar batik terdapat proses panjang, keterampilan, kesabaran, filosofi, serta kehidupan para pembatik yang perlu dihargai.

“Saya pernah berpikir, kalau ada yang lebih mudah, mengapa harus memilih yang sulit? Tetapi kemudian saya menyadari, justru kesulitan itulah yang membuat batik memiliki nilai.”

Pandangan tersebut semakin kuat ketika Puji mempelajari filosofi batik Truntum, yang dikenal dengan makna mencintai dengan rasa hormat, ketulusan, dan kasih yang terus bersemi kembali.

“Dari Truntum, saya belajar bahwa mencintai dengan rasa hormat akan melahirkan ketulusan, dan ketulusan akan membuka jalan bagi regenerasi.”

Melalui gagasannya, Puji mendorong kolaborasi lintas generasi antara pembatik senior, generasi muda, pelaku industri, komunitas, dunia pendidikan, dan pemerintah.

Menurutnya, pembatik senior memiliki pengetahuan dan keterampilan yang perlu diwariskan, sementara generasi muda memiliki kreativitas dan teknologi yang dapat membawa batik ke ruang-ruang baru.

Baca Juga  Agushafi Rilis "Tunggu Apa Lagi", Awal Babak Baru Satrio sebagai Pencipta Lagu?

“Bukan hanya melestarikan kainnya, tetapi juga melindungi ilmu, keterampilan, dan manusia yang membuatnya,” ujar Puji.

Puji percaya bahwa pelestarian batik bukan berarti membekukan batik di masa lalu. Batik dapat terus berkembang melalui fashion, industri kreatif, pendidikan, kewirausahaan, dan teknologi, selama akar budaya dan nilai yang terkandung di dalamnya tetap dihormati.

“Melestarikan batik bukan berarti membawa kita kembali ke masa lalu. Melainkan memastikan bahwa warisan leluhur kita tetap memiliki tempat, nilai, dan kehidupan di masa depan.”

Melalui Miss Batik Indonesia 2026, Puji berharap dapat mengajak generasi muda untuk tidak hanya memakai dan mengagumi batik, tetapi juga memahami, menghormati, dan meneruskan nilai yang ada di dalamnya.

Dengan hormat kita rawat.
Dengan cinta kita forward.

TENTANG PUJI RAHAYU

Puji Rahayu merupakan representasi Jawa Tengah dalam Miss Batik Indonesia 2026. Lahir di Sragen, Jawa Tengah, Puji merupakan Sarjana Hukum yang aktif dalam dunia batik dan fashion sejak 2011.

Puji memiliki pengalaman di bidang modeling, pernah memperoleh penghargaan dari Wali Kota Bandung, meraih Best Total Look Batik Nusantara, serta memperdalam modeling bersama Kimmy Jayanti. Saat ini, Puji juga meneruskan usaha keluarga sebagai reseller batik autentik dari Sragen.

(Ysf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *