Surabaya, bacakabar – Daniyal Jansen punya cara sendiri untuk meluapkan amarah. Tidak meledak-ledak, tapi dingin dan menusuk. Single terbarunya, “Kepala Dua”, adalah surat terbuka untuk mereka yang tersenyum di depan tapi menyimpan niat berbeda di belakang.
Lagu ini lahir dari pengalaman pribadi. Daniyal mengamati bagaimana ambisi dan ego bisa mengubah seseorang. “Saya rasa banyak orang bisa relate, baik di tempat kerja maupun pertemanan,” ujarnya, Kamis (29/5).
“Kepala Dua” sudah dirilis sejak 8 Mei 2026. Liriknya blak-blakan: “Kau senyum depan aku, belakang kau suar muka busuk penuh kerak.” Ada juga baris “Kau tikam aku diam-diam, lepas tu acting baik.” Tidak ada yang ditutup-tutupi.
Secara musikal, Daniyal memadukan indie pop dengan melodic sing-rap dan slow spoken rap. Lagu ini mengalir seperti percakapan langsung — intim, emosional, tapi tidak agresif. Simbol “syaitan”, “neraka”, dan “kejahatan” dipakai sebagai metafora kemunafikan dan manipulasi.
Dibanding single sebelumnya seperti “Sempurna” atau “Hanya Memuji Dalam Gelap”, “Kepala Dua” memperlihatkan sisi Daniyal yang lebih konfrontatif. Tapi kejujuran tetap jadi benang merah. “Ini cara saya mempertahankan diri di tengah kepalsuan,” katanya.
Lagu ini sudah tersedia di berbagai platform musik digital. Bagi yang pernah dikhianati orang terdekat, “Kepala Dua” mungkin bisa jadi teman yang pas.












