Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kotabaru

Bapperida Kotabaru Perkuat Forum Kecamatan & Pokja Desa Sehat Jelang Penilaian KKS 2027

×

Bapperida Kotabaru Perkuat Forum Kecamatan & Pokja Desa Sehat Jelang Penilaian KKS 2027

Sebarkan artikel ini
Suasana workshop penguatan Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Desa Sehat di Bapperida Kotabaru.
Peserta workshop Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Desa Sehat mengikuti sesi penguatan kapasitas di Bapperida Kotabaru.

Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) terus mempercepat persiapan menuju Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2027. Upaya itu dilakukan dengan menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Forum Kecamatan Sehat dan Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat pada Jumat (5/12/2025) di Ruang Rapat Pulau Inspirasi, Bapperida Kotabaru.

Workshop ini menjadi langkah strategis mengingat Kotabaru masih menjadi salah satu wilayah di Kalimantan Selatan yang belum mengikuti penilaian KKS. Kepala Bapperida Kotabaru, Ir. Rurien Srihardjanti, MM, menegaskan bahwa daerah harus memenuhi sejumlah prasyarat sebelum masuk tahap seleksi.

“Saat ini capaian Open Defecation Free (ODF) Kotabaru sudah mencapai 79 persen. Kita targetkan segera menyentuh angka 80 persen sebagai syarat utama untuk ikut penilaian KKS. Selain itu, pembentukan forum dan pokja hingga tingkat desa adalah pekerjaan besar yang harus dikejar bersama,” ujarnya.

Rurien juga menyoroti pentingnya penerapan satu data terpadu lintas sektor. Menurutnya, ketersediaan data valid akan menjadi fondasi dalam penyusunan pembangunan sembilan tatanan KKS.

Narasumber dari Dinas Kesehatan Kotabaru, H. Sugianor, menyampaikan bahwa secara teknis Kotabaru sudah memenuhi salah satu syarat utama, yaitu capaian desa ODF yang telah berada di angka 80 persen pada akhir 2025. Namun, persyaratan administratif lain juga harus segera dipenuhi.

“Pembentukan Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Desa Sehat harus mencapai minimal 50 persen. Saat ini proses tersebut masih berjalan dan memerlukan percepatan,” jelas Sugianor.

Ia memaparkan bahwa KKS menilai sembilan tatanan, mulai dari lingkungan permukiman, pendidikan, pasar sehat, hingga penanggulangan bencana. Seluruhnya membutuhkan kolaborasi lintas dinas dan dukungan masyarakat.

Ketua Forum Kabupaten Kota Sehat (FKKS) Kotabaru, H. Kamaruz Zaman, menambahkan bahwa capaian kelembagaan ini merupakan kunci agar Kotabaru bisa masuk dalam sistem penilaian nasional.

Baca Juga  Tingkatkan Pelayanan Transportasi Laut, Bupati Kotabaru Resmikan Dermaga Terpadu

“Target utama kita adalah memastikan Kotabaru bisa diverifikasi dan dinilai terlebih dahulu. Penghargaan adalah bonus. Yang penting kita ada dalam sistem itu,” tegasnya.

Dari total 22 kecamatan dan lebih dari 200 desa di Kotabaru, baru sebagian yang memiliki forum dan pokja resmi. Tantangan geografis wilayah yang luas disebut menjadi salah satu kendala, namun pemerintah optimistis target dapat dicapai melalui penguatan koordinasi.

Workshop ini diikuti empat kecamatan, yakni Pulau Laut Selatan, Pulau Laut Kepulauan, Pulau Laut Barat, dan Tanjung Selayar, serta sejumlah SKPD terkait mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Sosial, hingga Badan Kesbangpol.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian regional keempat yang akan berlanjut untuk memastikan seluruh kecamatan membentuk Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Desa Sehat. Selain itu, pada 2025–2026 seluruh desa ditargetkan menyusun dokumen sembilan tatanan sebagai bagian penting dari kesiapan KKS.

Dengan terselenggaranya workshop ini, Pemerintah Kabupaten Kotabaru berharap seluruh proses menuju Penilaian KKS 2027 berjalan lebih sistematis, terukur, dan terkoordinasi, memastikan bahwa pembangunan kesehatan masyarakat berjalan sejalan dengan standar nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *