Bank Kalsel

Bank Kalsel Dukung Usaha Soun Luluk yang Produksi 100 Kg per Hari

×

Bank Kalsel Dukung Usaha Soun Luluk yang Produksi 100 Kg per Hari

Sebarkan artikel ini

BANJARBARU — Dukungan terhadap pelaku usaha mikro dan kecil terus dilakukan Bank Kalsel melalui penguatan hubungan dengan pelaku UMKM di Kalimantan Selatan. Salah satunya usaha produksi mi soun milik Luluk Saryatie yang kini mampu menghasilkan hingga 100 kilogram soun kering per hari.

Usaha Luluk berawal dari keluarga yang telah menggeluti pengolahan sagu di Marabahan selama kurang lebih 10 tahun. Dari usaha tersebut, Luluk bersama keluarga kemudian mengembangkan produksi mi soun yang telah berjalan sekitar lima tahun.

“Kami sebelumnya punya dua pabrik sagu di Marabahan, mengolah tepung sagu dari rumbia. Kalau usaha soun sekitar lima tahunan,” ujar Luluk saat ditemui dalam Rakerda IV IWAPI Kalsel di Hotel Grand Maya Banjarbaru, Selasa (29/9/2026).

Saat ini, produksi soun mencapai sekitar 100 kilogram per hari dengan harga sekitar Rp40 ribu per kilogram. Produk tersebut dipasarkan ke sejumlah daerah di Kalimantan Selatan, antara lain Tanjung, Batulicin, dan Sungai Danau.

“Sehari bisa 100 kilogram soun kering. Harganya sekitar Rp40 ribu sekilonya,” katanya.

Dalam menjalankan usahanya, Luluk dibantu delapan karyawan yang bekerja di bagian gudang.

Seiring perkembangan usaha, Luluk berharap dapat memperoleh dukungan permodalan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Ia juga berharap kerja sama dengan Bank Kalsel dapat terus diperkuat.

“Kami berharap Bank Kalsel bisa bekerja sama dan membantu usaha kami,” harapnya.

Kepala Seksi Pemasaran Kredit Bank Kalsel Cabang Banjarbaru, Dadie Admoko, mengatakan Bank Kalsel siap mendukung pengembangan usaha Luluk.

Menurut Dadie, Luluk telah menjadi nasabah atau rekanan Bank Kalsel. Perkembangan usaha yang semakin baik menjadi bagian dari hubungan yang terus dijaga antara Bank Kalsel dan pelaku usaha.

Baca Juga  Bank Kalsel Mulai Bangun Kantor Cabang Baru di Banjarbaru

“Alhamdulillah, Ibu Luluk sudah menjadi rekanan Bank Kalsel. Melihat kondisi usahanya yang semakin berkembang, mudah-mudahan Ibu Luluk tetap menjadi nasabah kami dan usahanya semakin maju,” ujarnya.

Dadie mengatakan Bank Kalsel terus memberikan dukungan kepada pelaku UMKM agar dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan kapasitas produksi.

“Kami dari Bank Kalsel akan terus memberikan dukungan, bagaimana caranya supaya usaha Ibu Luluk semakin berkembang dan bisa menjadi contoh bagi teman-teman UMKM lainnya,” katanya.

Menurutnya, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari peran Bank Kalsel sebagai bank pembangunan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pengembangan usaha lokal di Banua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *