BATULICIN – Selama ini kita tahu Damkar cuma untuk kebakaran. Tapi di Tanah Bumbu, mereka melayani hampir semua hal. Mulai dari ular sanca sampai warga yang merayakan ulang tahun di kantor karena tak punya keluarga.
“Jargon ‘Apa-apa Panggil Damkar’ bukan isapan jempol. Kami benar-benar menjalankannya,” ujar Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu, Syaikul Ansyari, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/6/2026).
Ia juga bilang ada momen haru. Kala itu, seorang warga datang ke kantor saat ulang tahun. Tak ada keluarga yang menemani. Para petugas pun ikut meniup lilin.
“Bahkan ada yang ulang tahun, cuman tidak ada keluarganya, datang ke Damkar dan merayakan tiup lilin bersama,” kenang Syaikul.
Selama Januari hingga Juni 2026, Damkar Tanah Bumbu mencatat 308 kasus. Yang paling banyak ternyata bukan kebakaran, melainkan penanganan hewan.
Ular sanca paling sering dilaporkan: 90 kasus. Kobra: 68 kasus. Sarang tawon: 58 kali dievakuasi. Ada juga kucing di pohon, biawak di pemukiman, sampai borgol yang macet.
Kebakaran sendiri total 38 kasus. Rinciannya: 24 rumah warga, sisanya toko, kendaraan, kandang ayam, dan gudang. Lonjakan tertinggi terjadi di Maret dengan 7 kasus.
“Total ada 38 kasus kebakaran di wilayah Tanah Bumbu,” tegas Syaikul.











