Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Medan

Aisyiyah dan Kemenkes Bersinergi Cegah Praktik Sunat Perempuan di Sumatera Utara

×

Aisyiyah dan Kemenkes Bersinergi Cegah Praktik Sunat Perempuan di Sumatera Utara

Sebarkan artikel ini
Suasana Sosialisasi dan Advokasi Program P2GP yang digelar PP Aisyiyah dan Kementerian Kesehatan berlangsung secara hybrid, diikuti kader dari Medan, Deli Serdang, dan Binjai, Kamis (2/10/2025).
Suasana Sosialisasi dan Advokasi Program P2GP yang digelar PP Aisyiyah dan Kementerian Kesehatan berlangsung secara hybrid, diikuti kader dari Medan, Deli Serdang, dan Binjai, Kamis (2/10/2025). (Foto Istimewa)

MEDAN – Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus memperkuat upaya pencegahan praktik Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) atau sunat perempuan di Indonesia. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Program P2GP yang digelar secara hybrid (luring dan daring) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, Kamis (2/10/2025).

Acara yang diikuti oleh kader kesehatan dan mubalighat Aisyiyah dari Medan, Deli Serdang, dan Binjai ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya sunat perempuan serta mendorong perubahan sosial berbasis edukasi dan nilai-nilai kemanusiaan.

Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Warsiti, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran kader Aisyiyah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar praktik khitan terhadap anak perempuan tidak lagi dilakukan.

“Kami ingin kader Aisyiyah menjadi agen perubahan di lapangan. Edukasi harus disampaikan dengan pendekatan yang bijak, berbasis kesehatan dan nilai keagamaan yang benar,” ujar Warsiti.

Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan PW Aisyiyah Sumatera Utara, dr. Yulia Afrina Nasution, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PP Aisyiyah menjadikan Sumatera Utara sebagai tuan rumah kegiatan nasional ini. Ia berharap gerakan advokasi kader Aisyiyah bisa berjalan masif selama dua bulan ke depan.

“Ini momentum penting untuk memperkuat gerakan Aisyiyah dalam melindungi perempuan dan anak dari praktik yang berisiko bagi kesehatan,” kata Yulia Afrina.

Dalam pemaparan materinya, dr. Errol Hamzah Sp.OG dari Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa sunat perempuan merupakan tindakan yang melukai dan tidak memiliki manfaat medis apa pun.

“Sunat perempuan perlu dicegah karena berdampak buruk pada kesehatan reproduksi dan psikologis. Tidak ada alasan medis yang membenarkan praktik ini,” tegasnya.

Narasumber dari Majelis Tabligh dan Tarjih PP Aisyiyah, Siti Majidah, turut menjelaskan bahwa tidak ada dasar syar’i yang mewajibkan sunat perempuan.

Baca Juga  Viral Soal MBG, Siswa Ini Akhirnya Minta Maaf dan Buka Fakta Sebenarnya

“Tidak ada dalil yang mengharuskan, dan justru praktik ini bisa menimbulkan mudarat yang lebih besar. Maka, dalam pandangan tarjih, sunat perempuan termasuk perbuatan yang dilarang,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Dr. Yuli Isnaini S.Kp., Sp.Kom. dari Majelis Kesehatan PP Aisyiyah memaparkan tentang Gerakan Aisyiyah Sehat (GRASS) yang menekankan peran kader dalam advokasi pencegahan P2GP.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Aisyiyah untuk terus menjadi pelopor perlindungan perempuan dan anak melalui pendekatan kesehatan, agama, dan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *