TANAH BUMBU – Warga Desa Rejosari, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, dapat menukarkan sampah rumah tangga menjadi tabungan uang maupun kebutuhan dapur melalui Bank Sampah Berseri.
Program yang berjalan sejak 2022 itu mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), salah satunya dengan pembangunan rumah pilah sampah yang lebih memadai pada 2026.
Kepala Desa Rejosari, Widodo, mengatakan bank sampah tersebut sebelumnya beroperasi dengan fasilitas sederhana di atas lahan hibah. Meski demikian, kegiatan pengumpulan dan pemilahan sampah tetap berjalan dengan melibatkan masyarakat setempat.

“Bank sampah ini sudah jalan, tapi memang secara bangunan belum cukup layak. Kalau soal pengurus dan teknis, kami sudah jalankan, termasuk mekanisme buku tabungan masyarakat,” kata Widodo.
Pengelola menyediakan layanan secara gratis bagi warga, termasuk penjemputan sampah di halaman rumah satu kali dalam sepekan.
Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenisnya. Setiap jenis sampah dihitung sesuai harga untuk dikonversi menjadi tabungan uang atau ditukar dengan kebutuhan dapur.
Menurut Widodo, sejumlah warga bahkan telah mengumpulkan tabungan hingga Rp1 juta dari hasil menyetorkan sampah.
“Biasanya mereka ngambilnya mau dekat-dekat Lebaran, kayak THR begitulah,” ujarnya.
Widodo mengatakan program tersebut bertujuan membangun kebiasaan warga memilah sampah sejak dari rumah. Dengan begitu, sampah yang masih memiliki nilai guna tidak langsung dibuang, tetapi dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan.
Keberadaan rumah pilah yang lebih luas diharapkan membantu pengurus mengelola penyimpanan dan pemilahan sampah secara lebih tertata.
Ia berharap semakin banyak warga terlibat dalam kegiatan tersebut. Sebab, keberlangsungan bank sampah tidak hanya bergantung pada pengurus, tetapi juga pada kebiasaan masyarakat menyortir dan menyetorkan sampah secara rutin.






