Malang

Petakan Jalan dari Udara, Dosen Ma Chung dan UMM Kembangkan UAV Jangkauan 25 Km

×

Petakan Jalan dari Udara, Dosen Ma Chung dan UMM Kembangkan UAV Jangkauan 25 Km

Sebarkan artikel ini

MALANG — Pemetaan kondisi jalan raya mulai dikembangkan dengan pendekatan teknologi udara. Dosen Universitas Ma Chung dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan prototipe pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang dirancang untuk mengambil citra jalan dalam area yang lebih luas.

Prototipe tersebut menggunakan sistem VTOL (Vertical Take-Off and Landing) yang memungkinkan pesawat lepas landas dan mendarat secara vertikal. Setelah berada di udara, UAV menggunakan sistem navigasi otomatis berbasis waypoint untuk mengikuti jalur penerbangan yang telah ditentukan.

Pengembangan dilakukan oleh Bita Parga Zen dan Mochammad Subianto dari Universitas Ma Chung bersama Wahono dari UMM.

Kamera beresolusi tinggi yang dibawa UAV digunakan untuk merekam citra dari udara. Data tersebut kemudian diolah melalui metode fotogrametri sehingga dapat menghasilkan model tiga dimensi, orthophoto, hingga Digital Terrain Model (DTM).

Mochammad Subianto mengatakan UAV yang dikembangkan mampu terbang hingga 30 menit dengan jangkauan mencapai 25 kilometer.

“UAV ini memiliki kemampuan terbang hingga 30 menit dengan jarak jangkauan mencapai 25 kilometer,” ujar M. Subianto, Selasa (20/10/2026).

Kemampuan tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan survei infrastruktur, khususnya pada wilayah yang membutuhkan waktu dan mobilitas lebih besar jika dilakukan menggunakan metode survei langsung.

Data hasil pemetaan tidak hanya berupa foto udara. Informasi spasial yang dihasilkan dapat digunakan untuk melihat kondisi permukaan jalan, mendata aset infrastruktur, serta menjadi bahan pendukung dalam perencanaan pembangunan dan pemeliharaan.

Sebelum digunakan sebagai dasar pemetaan, data yang dihasilkan harus melalui sejumlah tahapan. Pengembang melakukan perencanaan jalur penerbangan, pengambilan citra, pemrosesan fotogrametri, hingga validasi menggunakan data hasil pengukuran di lapangan.

Bita Parga Zen mengatakan pengembangan berikutnya terbuka untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Teknologi tersebut nantinya dapat diarahkan untuk membantu mengenali kerusakan jalan berdasarkan citra yang diperoleh dari udara.

Baca Juga  Koperasi Merah Putih Randugading Sosialisasi Pupuk, Dukung Ketahanan Pangan di Malang

“Pengembangan teknologi tersebut diarahkan untuk membantu proses pemetaan wilayah secara lebih luas, efisien, serta mendukung kebutuhan dokumentasi dan pengelolaan infrastruktur berbasis digital,” kata Bita.

Penulis: AgungEditor: Barlis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *