Tanjungpinang

Kepri Raih Primaniyarta Award 2026 Berkat Dukungan terhadap Ekspor

×

Kepri Raih Primaniyarta Award 2026 Berkat Dukungan terhadap Ekspor

Sebarkan artikel ini

TANJUNGPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meraih Primaniyarta Award 2026 dalam kategori Kepala Daerah Pendukung Ekspor.

Penghargaan tersebut diberikan setelah Kepri melalui proses penilaian yang dilakukan selama beberapa bulan. Penghargaan rencananya akan diterima langsung Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri Arief Salman mengatakan penghargaan tersebut diberikan atas dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan ekspor.

“Alhamdulillah Kepulauan Riau berhasil meraih Primaniyarta Award 2026, setelah melalui tahap penilaian. Sejak awal kami cukup optimis bisa meraih Primaniyarta, karena memang iklim ekspor kita cukup positif,” ujar Arief.

Menurut Arief, salah satu kriteria penilaian adalah kebijakan kepala daerah dalam mendukung eksportir melalui regulasi serta kolaborasi pemerintah daerah dengan instansi yang berkaitan dengan kegiatan ekspor dalam tiga tahun terakhir.

Tim penilai juga melihat kisah keberhasilan eksportir yang memperoleh kemudahan dari pemerintah daerah.

Disperindag Kepri mengajukan sejumlah contoh eksportir, di antaranya PT Bintan Intan Gemilang (BIG) yang mengekspor ikan fillet ke sejumlah negara.

Selain itu, PT Indojaya Agrinusa (IJA), anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, menjadi salah satu perusahaan yang melakukan ekspor ayam hidup melalui jalur laut ke Singapura.

Kepri juga tercatat pernah melakukan ekspor ikan kerapu hidup ke Hong Kong.

Arief mengatakan salah satu kemudahan yang diberikan pemerintah daerah berkaitan dengan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA). Menurut dia, pengurusan dokumen tersebut dapat dilakukan pada hari libur selama persyaratan administrasi terpenuhi.

“Saat ini ada beberapa instansi yang dapat mengeluarkan SKA. Alhamdulillah semuanya dipermudah. Selama administrasi lengkap, hari libur pun bisa dikeluarkan,” jelas Arief.

Dari sisi perdagangan, nilai ekspor nonmigas Kepri pada Januari-Agustus 2026 didominasi golongan mesin dan peralatan listrik (HS 85) dengan nilai US$6.749,10 juta atau 49,59 persen dari total ekspor nonmigas.

Baca Juga  Polresta Tanjungpinang Gelar Khatam Al-Qur’an dan Santuni Anak Yatim

Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Kepri pada periode tersebut dengan nilai US$3.580,54 juta atau 26,31 persen, disusul Singapura dan India.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *