BATAM – Anggota Komisi III DPR RI Rizki Faisal meminta Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Polresta Barelang memperkuat langkah pencegahan untuk mengantisipasi bentrokan susulan di kawasan Setokok, Jembatan 3 Barelang, Kota Batam.
Permintaan itu disampaikan Rizki setelah bentrokan yang terjadi pada Senin (14/9/2026) tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.
Rizki mengapresiasi langkah aparat kepolisian bersama pihak terkait yang telah melakukan pengamanan dan pengendalian situasi setelah bentrokan.
“Saya mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dan seluruh pihak terkait yang telah bergerak mengendalikan situasi pasca bentrokan di Setokok. Yang terpenting sekarang adalah memastikan situasi tetap aman dan tidak terjadi bentrokan susulan,” ujar Rizki, Selasa (15/9/2026).
Ia meminta Polda Kepri dan Polresta Barelang tidak hanya menangani dampak setelah kejadian, tetapi juga memperkuat langkah preventif di lokasi dan titik yang berpotensi menjadi sumber konflik lanjutan.
“Polda Kepri dan Polresta Barelang perlu terus memperkuat langkah preventif. Jangan sampai ada aksi balasan atau bentrokan susulan yang kemudian membuat persoalan semakin meluas,” katanya.
Rizki juga meminta pihak yang terbukti terlibat diproses secara hukum dengan tetap mengedepankan profesionalitas dan objektivitas.
“Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum. Tetapi prosesnya harus tetap profesional, objektif dan berdasarkan alat bukti. Ini penting agar masyarakat mendapatkan rasa keadilan sekaligus kepastian hukum,” tegasnya.
Menurut Rizki, jika bentrokan tersebut berkaitan dengan persoalan atau sengketa lahan, penyelesaiannya harus ditempuh melalui jalur hukum, bukan kekerasan.
“Kalau ada persoalan atau sengketa, selesaikan melalui jalur hukum. Bukan dengan kekerasan. Negara memiliki mekanisme hukum untuk menyelesaikan setiap persoalan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berpotensi memperbesar konflik.
Sebelumnya, Polresta Barelang menyebut bentrokan di kawasan Setokok berkaitan dengan konflik lahan yang telah berlangsung cukup lama dan sebelumnya telah beberapa kali diupayakan penyelesaiannya melalui mediasi. Polisi juga menegaskan peristiwa tersebut bukan konflik SARA.
Aparat gabungan Polda Kepri, Polresta Barelang dan TNI telah melakukan pengamanan lokasi serta olah tempat kejadian perkara. Polisi juga mengamankan sejumlah orang untuk menjalani pemeriksaan.
Penyidik masih memeriksa sekitar 10 saksi dari pihak yang terlibat maupun warga sekitar untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan menentukan pertanggungjawaban hukum masing-masing pihak.
Rizki meminta penanganan perkara tersebut dikawal hingga tuntas.
“Kita apresiasi aparat yang sudah bergerak cepat. Sekarang kita dorong agar penegakan hukumnya berjalan sampai tuntas, situasi tetap kondusif, dan masyarakat tidak lagi menjadi korban dari konflik yang seharusnya bisa diselesaikan melalui hukum,” pungkasnya.












