Kapuas

PDAM Kapuas Buka Suara Soal Krisis Air: Terkendala Intrusi Air Asin, Distribusi Digilir

×

PDAM Kapuas Buka Suara Soal Krisis Air: Terkendala Intrusi Air Asin, Distribusi Digilir

Sebarkan artikel ini

KUALA KAPUAS — Menanggapi krisis air bersih dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Kapuas, Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pambelom, Abisua Setia Nugroho, memberikan klarifikasi mengenai penyebab dan langkah penanganan yang tengah dilakukan.

Dijelaskannya, sejumlah poin konfirmasi terkait gangguan distribusi air bersih yang dirasakan warga.

Penyebab gangguan operasional Kendala utama disebabkan oleh intrusi air asin yang mengontaminasi sumber air baku pada Instalasi Pengolahan Air (IPA)

Kondisi ini membuat IPA 1 tidak dapat beroperasi sama sekali. Saat ini, pelayanan air untuk wilayah Kuala Kapuas sepenuhnya hanya mengandalkan IPA 2 dengan kapasitas terbatas, yaitu 100 liter per detik.

Kemudian, lanjutnya, wilayah dan pelanggan berdampak, gangguan pada seluruh pelanggan di wilayah Kota Kuala Kapuas, Barimba, hingga Anjir.

Sebagai langkah darurat, PDAM menerapkan sistem penggiliran distribusi agar masyarakat tetap mendapatkan pasokan air, meskipun diakui masih terdapat keluhan di beberapa titik di mana air belum mengalir.

Gangguan layanan yang berlarut-larut hingga berhari-hari terjadi karena kualitas air sungai sebagai sumber air baku utama masih terintrusi air asin dan belum membaik.

“Estimasi pemulihan pasokan air dipastikan baru akan kembali normal secara menyeluruh apabila IPA 1 sudah dapat beroperasi kembali. Hal ini sangat bergantung pada kondisi alam hingga air baku di sungai tidak lagi asin,” ungkap Abisua Setia Nugroho kepada awak media ini, Sabtu (29/8/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya terus mengupayakan berbagai langkah agar kebutuhan dasar air bersih masyarakat terdampak dapat terpenuhi di tengah keterbatasan kondisi alam saat ini.

Baca Juga  Peduli Korban Terdampak Banjir di Lawang Kamah, Polsek Timpah Salurkan Bantuan Pemda Kapuas
Penulis: Rahmad Ari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *