FLORES – Sebanyak 56 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali beroperasi setelah gempa bumi yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan seluruh SPBU di Flores kini telah kembali melayani masyarakat. Kondisi kelistrikan di SPBU juga berangsur normal sehingga sebagian besar lokasi tidak lagi menggunakan genset untuk menopang operasional.
“Seluruh SPBU di Pulau Flores saat ini sudah kembali beroperasi. Ini merupakan hasil dari kerja cepat dan kolaboratif seluruh tim, mulai dari pemulihan sarana dan fasilitas, pembukaan akses distribusi, hingga penerapan skema alih suplai untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Kitty, Jumat (21/8/2026).
Puluhan SPBU tersebut tersebar di delapan kabupaten. Rinciannya, Ngada enam SPBU, Manggarai delapan, Manggarai Timur enam, Manggarai Barat delapan, Sikka 12, Flores Timur tujuh, Ende lima, dan Nagekeo empat SPBU.
Dengan kembali beroperasinya seluruh SPBU tersebut, tidak ada lagi SPBU di Pulau Flores yang berstatus belum operasional.
Pemulihan SPBU berjalan bersamaan dengan perbaikan jalur distribusi BBM. Pertamina menambah armada untuk menjaga pasokan, termasuk mengirim 33 mobil tangki ke sejumlah titik yang terdampak gempa.
“Pertamina mengerahkan dukungan armada untuk mempercepat pemulihan distribusi. Sebanyak 33 unit mobil tangki diperbantukan ke sejumlah titik terdampak, sementara dukungan Awak Mobil Tangki juga dikerahkan dari berbagai wilayah untuk memastikan kegiatan distribusi dapat terus berjalan,” jelas Kitty.
Pertamina juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan konsumen industri dalam memenuhi kebutuhan energi selama proses penanganan dampak gempa.
“Pemulihan layanan energi bukan hanya mengenai memastikan SPBU kembali buka, tetapi juga memastikan rantai pasok di belakangnya terus bergerak. Karena itu, kami akan terus menjaga ketersediaan stok, memperkuat distribusi, dan menyesuaikan pola suplai dengan kondisi lapangan sampai seluruh aktivitas energi di wilayah terdampak benar-benar kembali normal,” tutup Kitty.












