KUALA KAPUAS — Anomali cuaca yang memicu kemarau dan peningkatan titik panas telah menyebabkan kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah.
Merespons kualitas udara yang kian memburuk Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) H. Pahmi, S.Sos., Jumat (21/8/2026) menyampaikan imbauan agar masyarakat segera memprioritaskan perlindungan kesehatan.
Politikus senior PPP ini menilai, kondisi cuaca tersebut membuat kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berada dalam risiko tinggi.
Ia menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas absolut di tengah krisis lingkungan ganda ini.
H. Pahmi meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara mandiri melalui langkah-langkah berikut:
*Batasi Aktivitas Luar Ruangan:
Hindari berolahraga atau berkumpul di luar rumah kecuali untuk keperluan yang sangat mendesak.
Gunakan Masker saat terpaksa harus keluar rumah.
*Jaga Hidrasi dan Nutrisi: Perbanyak konsumsi air putih, buah-buahan, serta vitamin untuk menjaga benteng daya tahan tubuh dari paparan radikal bebas sisa pembakaran.
*Tutup Ventilasi Udara: Segera tutup pintu dan jendela rapat-rapat saat kabut asap terlihat menebal, dan gunakan penyaring udara (air purifier) di dalam ruangan jika memungkinkan.
Ia menambahkan, saat ini Pemerintah daerah terus berupaya memadamkan api di berbagai titik koordinat.
“Selama proses pemadaman berlangsung, perlindungan dari dalam keluarga adalah langkah terbaik untuk bertahan di tengah anomali cuaca ini,” pungkasnya.












