PALANGKARAYA – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mendatangi lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Petuk Ketimpun, Kota Palangka Raya, Rabu (19/8/2026). Kelurahan ini merupakan salah satu titik kawasan karhutla terbesar di Kalimantan Tengah saat ini.
Raja Juli mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino tahun 2026 akan sangat kuat, mendekati El Nino 2015 yang saat itu menyebabkan sekitar 2,6 juta hektare lahan di Indonesia terbakar.
”BMKG sudah memprediksi El Nino pada tahun 2026 ini sangat kuat, hampir sama dengan El Nino 2015. Di mana di Indonesia terbakar sekitar 2,6 juta hektare. Itu bisa semua terjadi,” tuturnya.
Ia menegaskan larangan membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau ini, baik oleh korporasi besar maupun masyarakat.
”Jangan ada lagi pembukaan lahan di musim ini dengan cara membakar, baik untuk korporasi yang besar, sama penduduk juga masyarakat,” imbuh Raja Juli.
Ia menyebut penanganan karhutla melibatkan gubernur, bupati, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, hingga BNPB. Namun ia menilai upaya pemerintah tidak akan cukup tanpa partisipasi masyarakat dalam mencegah dan memadamkan karhutla di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Raja Juli juga mengapresiasi peran relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan yang selama ini terlibat di lapangan, termasuk Rudiansyah, salah satu relawan muda yang aktif dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah.
Menhut Kunjungi Lokasi Karhutla di Palangka Raya, Sebut El Nino 2026 Bisa Sekuat 2015












