PARINGIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menyiapkan proyek perubahan “Sigab Kencana Link Destana” untuk mengintegrasikan kesiapsiagaan bencana di tingkat kecamatan dan desa.
Program tersebut merupakan bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang digagas BPBD Kabupaten Balangan.
Sigab Kencana Link Destana merupakan singkatan dari Strategi Peningkatan Ketahanan Daerah Rawan Bencana Melalui Sistem Integrasi Gerakan Adaptif Berkelanjutan Kecamatan Tangguh Bencana Terhubung Dengan Desa Tangguh Bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan H. Rahmi mengatakan proyek tersebut dirancang untuk menghubungkan dua program pemerintah pusat, yakni Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Desa Tangguh Bencana (Destana).
“Sigab Kencana Link Destana hadir sebagai jawaban atas tantangan penanggulangan bencana di Kabupaten Balangan,” ujar Rahmi saat memaparkan proyek perubahannya di hadapan stakeholder internal PKN II di Kantor BPBD Kabupaten Balangan, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rahmi, program Kencana berada di bawah Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, sedangkan Destana merupakan program di bawah BNPB.
Melalui Sigab Kencana Link Destana, kedua program tersebut akan diintegrasikan agar kecamatan dan desa yang memiliki kesiapsiagaan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Tujuan utamanya adalah membangun ketangguhan daerah melalui sistem yang adaptif dan berkelanjutan. Jadi antara kecamatan dan desa yang sudah tangguh bencana tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi terhubung dan saling menguatkan,” katanya.
Rahmi mengatakan integrasi tersebut diarahkan untuk mendukung koordinasi pada tahapan pra-bencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.
Selain koordinasi, sistem tersebut juga ditujukan untuk memperkuat kapasitas masyarakat di tingkat desa melalui jejaring dukungan hingga kecamatan.
BPBD Balangan berharap proyek perubahan tersebut dapat diterapkan sebagai model penguatan ketahanan wilayah, terutama di daerah yang memiliki potensi bencana.
“Kita ingin Balangan siap menghadapi bencana. Bukan hanya BPBD yang bergerak, tapi seluruh elemen dari kecamatan sampai desa sudah memiliki sistem dan kesiapsiagaan yang terintegrasi,” ujar Rahmi.












