Bank Kalsel

Kadin Kalsel: Status Bank Devisa Buka Peluang Baru bagi Bank Kalsel dan Dunia Usaha

×

Kadin Kalsel: Status Bank Devisa Buka Peluang Baru bagi Bank Kalsel dan Dunia Usaha

Sebarkan artikel ini

BANJARMASIN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Selatan menilai status Bank Kalsel sebagai bank devisa akan membuka peluang baru bagi pengembangan layanan perbankan dan mendukung aktivitas pelaku usaha di sektor ekspor dan impor.

Pengurus Kadin Kalimantan Selatan Koordinator Bidang Perbankan dan Investasi, H. Tajuddin Noor, mengatakan keberadaan bank devisa telah lama dinantikan pelaku usaha di Kalimantan Selatan.

“Dari BPD menjadi Bank Kalsel, dan sekarang berstatus bank devisa. Saya mengikuti perkembangan bank ini sejak awal berdiri, dari kantor yang sederhana hingga kini memiliki gedung yang monumental dan mampu bersaing dengan bank BUMN maupun swasta. Sekarang yang ditunggu masyarakat akhirnya tercapai, yaitu Bank Kalsel menjadi bank devisa,” ujarnya.

Menurut Tajuddin, layanan bank devisa akan mempermudah pelaku usaha yang bergerak di sektor ekspor dan impor, termasuk melalui layanan letter of credit (LC).

“Dengan adanya layanan LC, pelaku usaha akan lebih mudah bertransaksi. Di sisi lain, bank juga mendapatkan profit dari layanan tersebut. Dampaknya juga akan terasa pada pemasukan pajak dan perputaran uang di daerah,” katanya.

Ia mengatakan anggota Kadin Kalimantan Selatan selama ini telah menjalin kerja sama dengan Bank Kalsel. Menurutnya, apabila Bank Kalsel membuka peluang penjualan saham kepada masyarakat maupun pelaku usaha, hal tersebut dapat menjadi salah satu alternatif penguatan permodalan.

Selain sektor ekspor dan impor, Tajuddin juga menilai Bank Kalsel memiliki peluang mengembangkan layanan bagi calon jamaah haji di Kalimantan Selatan.

Di sisi lain, ia mengingatkan status bank devisa perlu diikuti peningkatan kualitas pelayanan, administrasi, dan sumber daya manusia.

“Dunia usaha berharap nahkoda Bank Kalsel berasal dari kalangan banker, bukan politisi atau birokrat. Banker punya analisa dan insting bisnis. Semua personel di Bank Kalsel juga harus memahami dunia ekonomi dan meninggalkan pola pikir yang terlalu konservatif,” tegasnya.

Baca Juga  Bank Kalsel Beri Literasi Keuangan kepada Gatriwara Kabupaten Banjar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *