BATULICIN – Dua warga binaan Lapas Kelas III Batulicin menyelesaikan pembuatan sebuah lemari presisi hanya dalam waktu dua hari.
Lemari itu dibuat di unit pembinaan kemandirian mebel dan akan digunakan sebagai sarana pendukung di lingkungan Lapas.
Program tersebut melibatkan dua warga binaan yang sebelumnya mengikuti pelatihan mebel hasil kerja sama Lapas Batulicin dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tanah Bumbu.
Kepala Subseksi Pembinaan Harry Indrawan mengatakan keterampilan yang diberikan tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga diterapkan melalui pembuatan produk.
“Warga binaan belajar mulai dari proses pengukuran, pemotongan bahan hingga perakitan,” ujarnya.
Tak hanya lemari.
Unit mebel Lapas Batulicin juga memproduksi meja, kursi, rak, dan berbagai perlengkapan berbahan kayu lainnya.
Salah seorang warga binaan berinisial S mengaku baru mengenal pekerjaan mebel selama menjalani pembinaan di lapas.
“Sekarang saya sudah bisa membuat lemari bersama teman-teman. Keterampilan ini ingin saya lanjutkan setelah bebas nanti,” katanya.












