BANTUL – Seorang pelajar berinisial RSP (16) menjadi korban pengeroyokan disertai pembacokan di wilayah Sanden, Kabupaten Bantul, Minggu (12/7/2026) dini hari. Polisi telah mengamankan empat terduga pelaku beserta sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.
Pengungkapan kasus dilakukan Unit Reskrim Polsek Sanden bersama Opsnal Satreskrim Polres Bantul dan Unit Reskrim Polsek Srandakan setelah menerima laporan dari korban.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan korban dan keterangan sejumlah saksi.
“Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi para terduga pelaku beserta keberadaannya, kemudian langsung dilakukan pengamanan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.
Empat terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial ASA (17), FNS (17), DBK alias D (18), dan AKPP (17).
Menurut Rita, berdasarkan hasil pemeriksaan, keempatnya mengakui keterlibatan dalam peristiwa tersebut sesuai dengan peran masing-masing.
Peristiwa bermula saat korban bersama sejumlah rekannya melintas di kawasan Perempatan Jembatan Merah sekitar pukul 02.00 WIB. Di lokasi itu, korban berpapasan dengan rombongan pengendara sepeda motor.
Saat kembali melaju, korban diduga dikejar rombongan tersebut. Salah seorang terduga pelaku diduga menendang sepeda motor korban hingga terjatuh sebelum korban mengalami pembacokan menggunakan senjata tajam.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bacok pada bagian tangan dan sempat menjalani perawatan di RSUD Saras Adyatma Bambanglipuro sebelum dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Dalam penyidikan, polisi menyita tiga bilah celurit, satu bilah golok, serta satu unit sepeda motor Honda Vario milik korban yang mengalami kerusakan.
Rita mengatakan penyidik masih melengkapi alat bukti dan mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat dalam kasus tersebut.
Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menegaskan jajarannya akan menindak tegas setiap pelaku kejahatan jalanan yang menggunakan kekerasan maupun senjata tajam.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak pada malam hingga dini hari guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran maupun tindak kriminal.












