KOTABARU – Gangguan pasokan listrik yang masih terjadi di sejumlah instalasi pengolahan air (IPA) menjadi kendala bagi PDAM Kotabaru dalam menjaga kelancaran distribusi air bersih kepada pelanggan.
Kondisi tersebut terutama berdampak pada operasional IPA Gunung Perak dan IPA Gunung Tirawan.
Hal itu disampaikan Humas PDAM Kotabaru H. Suriansyah mewakili Direktur PDAM Kotabaru Tri Basuki saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2026).
Menurut Suriansyah, pemadaman listrik membuat proses pengambilan air baku tidak dapat berjalan maksimal.
Akibatnya, instalasi pengolahan air tidak bisa beroperasi secara optimal sehingga distribusi air kepada pelanggan ikut terganggu.
“Ketika listrik padam, proses pengambilan air baku tidak dapat dilakukan secara maksimal. Akibatnya instalasi pengolahan air juga tidak bisa beroperasi secara optimal sehingga distribusi air kepada pelanggan ikut terganggu,” ujarnya.
Selain menjaga kontinuitas pelayanan, PDAM juga melakukan pengawasan kualitas air secara berkala.
Setiap tiga bulan, petugas mengambil sampel air dari sejumlah instalasi untuk memastikan kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat tetap memenuhi standar.
Pengambilan sampel dilakukan di IPA Gunung Reli, IPA Gunung Sari, IPA Gunung Tirawan, dan IPA Pemandangan.
Apabila terjadi gangguan distribusi, PDAM menerapkan penggiliran pasokan air ke wilayah terdampak.
PDAM juga menyiapkan mobil tangki untuk menyalurkan air bersih kepada pelanggan yang mengalami kekurangan pasokan.
“Langkah ini kami lakukan agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan air bersih sambil menunggu kondisi instalasi kembali normal,” katanya.
Di sisi lain, PDAM mengusulkan pembangunan tambahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Tirawan berkapasitas sekitar 30 liter per detik.
Penambahan kapasitas tersebut dinilai penting karena instalasi yang ada saat ini sudah tidak mampu mengimbangi kebutuhan pelayanan, terutama saat musim hujan.
Menurut Suriansyah, curah hujan yang tinggi meningkatkan tingkat kekeruhan air baku sehingga proses pengolahan menjadi lebih sulit.
Kondisi itu juga dipengaruhi usia instalasi yang sudah cukup lama sehingga kemampuan pengolahan air tidak lagi optimal.
“Kalau hujan deras, tingkat kekeruhan air sangat tinggi sehingga instalasi kesulitan mengolah air baku. Akibatnya distribusi air kepada pelanggan ikut terganggu,” ungkapnya.
Usulan pembangunan IPA Gunung Tirawan akan diajukan melalui pemerintah daerah untuk selanjutnya diusulkan kepada pemerintah provinsi sesuai mekanisme pendanaan yang berlaku.
Selain peningkatan infrastruktur, PDAM Kotabaru juga menyiapkan program promosi layanan guna menambah jumlah pelanggan.
Program tersebut akan difokuskan di wilayah Serongga dan Kotabaru sebagai upaya memperluas cakupan pelayanan air bersih.












