KOTABARU – Nelayan di Pulau Sembilan gerah. Kapal cantrang diduga nyelonong ke perairan yang selama ini jadi ladang tangkap mereka.
Rompong hancur. Terumbu karang rusak. Hasil tangkapan makin sedikit. Nelayan kecil mengaku tak berdaya. Perahu mereka kecil, sementara kapal cantrang besar dan punya alat canggih.
“Rompong yang kami pasang selalu dirusak. Kami tidak minta bantuan, cukup jaga laut kami,” keluh seorang warga.
Keluhan serupa juga datang dari nelayan lain. “Kami tidak bisa melawan kapal besar. Mereka punya alat canggih, kami cuma bisa pasrah,” katanya.
Dinas Perikanan Kotabaru ikut angkat bicara. Zainal Arifin, Kepala Dinasnya, bilang pengawasan laut bukan wewenang kabupaten. Itu tugas provinsi dan pusat, lewat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Dinas Perikanan Kotabaru sudah berkoordinasi dengan Dinas Kelautan Provinsi Kalsel dan Stasiun PSDKP Tarakan. Pemberitahuan juga sudah dikirim ke seluruh camat.
“Kami sudah kirim pemberitahuan ke semua camat. Masyarakat pesisir harus jadi mata dan telinga di laut. Jangan diam kalau lihat pelanggaran,” kata Zainal, Senin (29/6/2026).
Warga bisa lapor langsung ke Stasiun PSDKP Tarakan lewat WhatsApp 0811-5372-807.
Yang perlu dilampirkan: identitas pelapor, lokasi dan waktu kejadian, kronologi, titik koordinat, serta bukti foto atau video. Detail kapal kayak nama, nomor lambung, warna, jenis alat tangkap, jumlah anak buah kapal (ABK), sampai arah pelayaran juga penting.
Robertus Saryanto, Kabid Pemberdayaan Penangkapan Ikan, bilang laporan warga sudah diteruskan ke Dinas Kelautan Provinsi Kalsel Bidang PSDKP dan Satuan Pengawasan (Satwas) PSDKP KKP di PPI Kotabaru.
Dari Pangkalan PSDKP Tarakan, nelayan diminta mengirim video sejelas mungkin. Tampilkan nama dan nomor lambung kapal, serta koordinat titik kejadian. Bukti akurat bikin tim di laut bisa bergerak tanpa ragu.
“Jangan anarkis. Laporkan dengan bukti akurat biar cepat ditindak,” pesan Robertus.
Sebelumnya, Bacakabar.id udah nulis soal keluhan nelayan Pulau Sembilan. Mereka bilang kapal cantrang merusak rompong dan bikin hasil tangkapan turun. Nelayan kecil berharap pemerintah serius menjaga wilayah terluar Kalsel ini.
“Kami tidak perlu bantuan langsung. Cukup jaga wilayah kami. Kami bisa mandiri dari hasil laut asal jangan dijajah,” ujar warga.












