Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Bisnis

Harga Pertalite Rp10.000, Kenapa di Struk Rp18.040? Ini Penjelasan Pertamina

×

Harga Pertalite Rp10.000, Kenapa di Struk Rp18.040? Ini Penjelasan Pertamina

Sebarkan artikel ini
Operator SPBU melayani pembelian BBM.
Operator SPBU melayani pembelian BBM di salah satu pompa. Angka Rp18.040 di struk Pertalite ramai diperbincangkan, Pertamina sebut itu nilai keekonomian bukan harga jual.

JAKARTA – Angka Rp18.040 per liter pada struk pembelian Pertalite ramai diperbincangkan. Banyak yang mengira itu harga keekonomian BBM subsidi. Pertamina Patra Niaga buka suara.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan kebijakan subsidi BBM adalah kewenangan pemerintah, bukan Pertamina.

Pertalite adalah Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) yang mendapat subsidi. Tujuannya menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Pertamina Patra Niaga bertindak sebagai operator yang menjalankan dan mematuhi kebijakan pemerintah terkait penyaluran BBM bersubsidi. Harga jual Pertalite yang dibayarkan masyarakat saat ini adalah harga yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya, Selasa (16/6/2026).

Program subsidi BBM punya tujuan strategis: menjaga stabilitas nasional, melindungi daya beli, dan mendukung aktivitas ekonomi. Subsidi ini terutama untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Terkait angka Rp18.040 pada struk, itu adalah gambaran nilai ekonomi BBM bila dihitung berdasarkan harga pasar dan biaya penyediaan. Namun masyarakat tetap membeli Pertalite sesuai harga yang ditetapkan pemerintah karena ada subsidi.

Sementara Pertamax adalah BBM non-subsidi. Harganya mengikuti dinamika pasar. Namun Pertamina tetap berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga energi nasional.

Penyesuaian harga Pertamax pada 10 Juni 2026 mempertimbangkan berbagai faktor: kondisi ekonomi, daya beli, keberlanjutan fiskal, dan keberlangsungan usaha.

“Apabila harga Pertamax sepenuhnya mengacu pada harga keekonomian, harga jualnya seharusnya lebih tinggi dari Pertalite tanpa subsidi. Ini menunjukkan kebijakan harga energi tetap mempertimbangkan keseimbangan daya beli, ekonomi, dan keberlanjutan penyediaan energi,” terang Roberth.

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk merujuk pada informasi resmi pemerintah dan Pertamina. Jangan mudah terpengaruh informasi yang tidak utuh.

Info terkini bisa diakses di www.pertaminapatraniaga.com, Instagram @pertaminapatraniaga, atau hubungi Pertamina Customer Solutions 135.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Gelar Uji Emisi Gratis di SPBU Jabodetabek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *