Jakarta, bacakabar – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tahun buku 2025 di Jakarta, Kamis (21/5). Sejumlah keputusan strategis disetujui, mulai dari pembagian dividen jumbo, perombakan direksi, hingga aksi buyback saham.
RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1.536.782.925.132 atau Rp468 per lembar saham. Angka ini berasal dari total laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp2,24 triliun. Sisanya dialokasikan sebagai saldo laba ditahan.
Jadwal pembagian dividen sudah ditetapkan. Cum dividen pasar reguler jatuh pada 3 Juni, ex dividen 4 Juni. Cum dividen pasar tunai 5 Juni, ex dividen 8 Juni. Recording date 5 Juni pukul 16.00 WIB, dan pembayaran dividen tunai pada 19 Juni 2026.
Dari sisi kepengurusan, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Hasan Imer dari jabatan Direktur. Posisinya digantikan Benny Setiawan Santoso. Selain itu, Jose Maria Magrina Vadillo diangkat sebagai Wakil Direktur Utama baru, efektif mulai 1 September 2026. Direktur Utama Christian Kartawijaya menyampaikan apresiasi atas dedikasi Hasan Imer yang mengabdi sejak 2008.
RUPSLB juga memberi lampu hijau bagi Indocement untuk menarik kembali 84.529.400 lembar saham hasil buyback tahun 2021 dan 2022. Perseroan juga menyetujui rencana buyback saham baru dengan dana maksimal Rp750 miliar. Aksi ini akan berlangsung selama satu tahun, mulai 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2027.
Dengan susunan pengurus baru dan strategi korporasi yang disegarkan, produsen Semen Tiga Roda ini berharap semakin memperkokoh posisi di tengah dinamika industri semen nasional. Berikut susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi per 1 September 2026:
Dewan Komisaris: Komisaris Utama Roberto Callieri, Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen Tedy Djuhar dan Simon Subrata, Komisaris Independen Franciscus Welirang dan Juan Francisco Defalque, Komisaris René Samir Aldach dan Suharso Monoarfa.
Direksi: Direktur Utama Christian Kartawijaya, Wakil Direktur Utama Jose Maria Magrina Vadillo, Direktur Troy Dartojo Soputro, Oey Marcos, Holger Mørch, Sunnira Ly, dan Benny Setiawan Santoso.












