Denpasar, bacakabar — Pemilik PT Laskar Coal Mandiri, Haji Agus Prasetyo Budiono, membawa pulang penghargaan dari ajang Fun Golf Jasa Pertambangan 2026 di Denpasar, Sabtu (24/5). Namun di balik seremoni itu, ada cerita yang lebih dekat ke bumi: puluhan anak muda dari desa lingkar tambang kini mengikuti pelatihan kerja di perusahaannya.
Mereka adalah lulusan SMA dan SMK yang direkrut langsung dari wilayah sekitar operasi tambang. PT Laskar Coal Mandiri menyiapkan mereka menjadi tenaga terampil yang siap mengisi kebutuhan sektor pertambangan. Program ini berjalan beberapa bulan terakhir dan terus diperluas jangkauannya.
Haji Agus menegaskan, pelatihan ini bukan sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan. Ia menyebutnya sebagai strategi jangka panjang membangun SDM lokal. “SDM lokal harus jadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Tugas kami melatih mereka supaya siap bersaing,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Menurutnya, terlalu sering warga lingkar tambang hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Perusahaan besar datang, beroperasi, lalu pergi tanpa meninggalkan jejak pemberdayaan yang kokoh. “Kami tidak ingin itu terjadi. Kami ingin anak-anak muda ini punya masa depan di sini, bukan sekadar jadi buruh kasar,” tambahnya.
Program pelatihan ini mencakup keterampilan teknis pertambangan, keselamatan kerja, hingga pembinaan mental dan kedisiplinan. Para peserta juga mendapat uang saku selama masa pelatihan. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai dilibatkan dalam aktivitas operasional ringan di lapangan.
Penghargaan di ajang Fun Golf yang disponsori Pertamina, Indomobil, dan Trakindo itu disebut Haji Agus sebagai penyemangat, bukan tujuan akhir. “Piala ini cuma simbol. Penghargaan sesungguhnya adalah ketika kami bisa melihat anak-anak lokal naik level, bisa berdiri sejajar dengan tenaga dari mana pun,” katanya.
Turnamen Fun Golf Jasa Pertambangan 2026 sendiri digelar sebagai wadah silaturahmi para pelaku industri tambang dari seluruh Indonesia. Para penyelenggara mendorong agar perusahaan tambang semakin berpihak pada kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi. PT Laskar Coal Mandiri memilih menjawab dorongan itu dengan langkah nyata, bukan sekadar wacana di atas lapangan golf.












