Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kapuas

“Tak Mau Lagi Lewat Daerah Lain”, Bupati Kapuas Targetkan Jalan Lintas Fungsional 2028

×

“Tak Mau Lagi Lewat Daerah Lain”, Bupati Kapuas Targetkan Jalan Lintas Fungsional 2028

Sebarkan artikel ini

KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan jalan lintas kecamatan setelah mengaku selama ini harus melewati wilayah kabupaten lain saat berkunjung ke daerah hulu.

Ia menargetkan, Jalan Batanjung-Kuala Kapuas-Mantangai-Timpah-Pujon-Pasak Talawang-Sei Hanyo hingga Sei Pinang, fungsional pada 2028.

Optimisme tersebut disampaikan seiring progres pembangunan yang mulai berjalan dalam satu tahun masa kepemimpinannya.

Fokus awal diarahkan pada penataan kota dan peningkatan akses jalan, baik di dalam kota maupun antar kecamatan.

Pada 2025, pemkab telah melakukan pelebaran sejumlah ruas jalan perkotaan, penataan lampu penerangan, serta peningkatan akses penghubung antarwilayah.

Program itu menjadi fondasi untuk percepatan pembangunan di tahun-tahun berikutnya.

Memasuki 2026, pembangunan dilanjutkan dengan penyelesaian ruas jalan yang sudah dikerjakan serta pembukaan jalur baru.

Beberapa akses strategis mulai dibuka untuk memperkuat konektivitas, termasuk menuju kawasan Mandomai dan jalur penghubung lainnya.

Selanjutnya pada 2027, pemerintah daerah akan memfokuskan penyelesaian jalur utama yang menghubungkan wilayah pesisir hingga pedalaman, termasuk lintasan menuju Pasak Talawang.

Bupati menegaskan, pembangunan tersebut menjadi langkah penting untuk mengakhiri ketergantungan akses melalui daerah lain.

Selama ini, masyarakat di beberapa kecamatan masih harus melintasi wilayah kabupaten tetangga untuk mencapai tujuan di dalam wilayah Kapuas sendiri.

Ia bahkan mengaku selama ini merasa malu ketika harus berkunjung ke wilayah hulu dengan melewati daerah lain seperti Pulang Pisau, Palangka Raya, hingga Gunung Mas.

Kondisi itu, menurutnya, menjadi dorongan kuat untuk mempercepat pembangunan konektivitas antarwilayah di Kapuas.

“Kalau seluruh kecamatan sudah terkoneksi dari pesisir sampai pedalaman, tentu kita akan jauh lebih mudah dan bangga,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan jalan tersebut nantinya akan memangkas waktu tempuh perjalanan hingga sekitar 50 persen dibandingkan sebelumnya yang harus memutar melalui wilayah kabupaten lain.

Baca Juga  Bawaslu Kapuas Bacakan Putusan Sidang Pelanggaran Administratif Pelanggaran Pemilu

“Target kita, 2028 jalur ini sudah fungsional. Jadi masyarakat tidak perlu lagi memutar lewat daerah lain,” tegasnya.

Ia juga memastikan pembangunan tetap berjalan tanpa mengganggu program prioritas lainnya.

“Pembangunan ruas jalan tersebut dipastikan tidak mengganggu program Rp1 miliar satu desa maupun belanja pegawai dan kegiatan perangkat daerah lainnya. Semuanya sudah melalui penghitungan matang. Secara anggaran dan SDM, kita mampu,” ujarnya.

Meski belum seluruhnya beraspal mulus, setidaknya jalur tersebut diharapkan sudah bisa dilalui kendaraan dengan baik dari wilayah pesisir hingga Sei Pinang.

Jika terealisasi, konektivitas ini diyakini menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka keterisolasian wilayah di Kabupaten Kapuas.

Selain itu badan jalan menuju Batanjung diselesaikan pada 2026. Selanjutnya pada 2027 Box Culvert sebanyak 35 titik dan jembatan diselesaikan di tahun 2027.

Kemudian program pembangunan Water Front City, taman dalam kota, dan perluasan kota diselesaikan di tahun 2026.

Sedangkan untuk pembangunan sektor lain seperti pertanian, transmigrasi, ketahanan pangan, perikanan dan kelautan, pendidikan juga akan shering dengan pemerintah pusat.

Penulis: Rahmad Ari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *