Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Malang

Pembongkaran 625 Kios Pasar Induk Gadang Dimulai, Kemacetan Ditarget Terurai

×

Pembongkaran 625 Kios Pasar Induk Gadang Dimulai, Kemacetan Ditarget Terurai

Sebarkan artikel ini
wahyu hidayat walikota malang tinjau pembongkaran pasar induk gadang 2026
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau langsung proses pembongkaran kios di kawasan Pasar Induk Gadang, Selasa (28/4/2026).

MALANG — Pemerintah Kota Malang mulai membongkar ratusan kios di kawasan Pasar Induk Gadang (PIG), Selasa (28/4/2026). Sebanyak 625 kios dan lapak yang selama ini berdiri di bahu jalan hingga Jembatan Kedungkandang ditargetkan rampung dibongkar dalam satu hari.

Penjabat Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung proses tersebut. Ia mengatakan pembongkaran dilakukan untuk menormalkan fungsi jalan yang selama ini terganggu.

“Targetnya hari ini bersih, sehingga akses dari sisi timur ke barat kembali optimal,” kata Wahyu di lokasi.

Penataan kawasan ini menjadi langkah yang telah lama dinanti warga. Selama puluhan tahun, kawasan Pasar Induk Gadang kerap dikeluhkan karena kemacetan dan kondisi yang semrawut.

Pemkot Malang mengerahkan alat berat dan personel gabungan untuk mempercepat proses pembongkaran sekaligus memastikan area steril sesuai jadwal.

Di sisi lain, sekitar 1.200 pedagang telah direlokasi ke tempat baru, baik di gedung yang disediakan pemerintah maupun lokasi swadaya yang telah disepakati.

Sebelum pembongkaran dimulai, proses sempat tertunda tiga hari atas permintaan pedagang. Mereka menggelar syukuran dan doa bersama sebagai penutup aktivitas di lokasi yang telah ditempati selama lebih dari tiga dekade.

Pembongkaran ini juga menjadi tahap awal proyek perbaikan jalan yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK). Pengerjaan fisik dijadwalkan dimulai pada pekan keempat Mei 2026.

Dengan penataan ini, pemerintah berharap kapasitas jalan di kawasan Gadang meningkat dan kemacetan yang selama ini terjadi dapat terurai.

“Ini bagian dari upaya mengembalikan fungsi kawasan sebagai jalur transportasi yang tertib,” ujar Wahyu.

Baca Juga  Grand Mercure Malang Gelar Holotropic Breathwork Perdana Bersama Malang Holistic Wellness

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *