TANAH LAUT — Anggota DPRD Tanah Laut dari Fraksi Partai Golkar, H. Agus Prasetya B., menggelar reses di Desa Durian Bungkuk, Kecamatan Batu Ampar, Senin (27/4/2026), dengan sejumlah persoalan mendasar langsung mencuat dari warga.
Keluhan utama datang dari sektor perkebunan karet. Warga menilai skema subsidi pupuk belum menyentuh kebutuhan pekebun, sehingga mereka harus menanggung sendiri biaya produksi di tengah tekanan ekonomi.
Selain itu, krisis air bersih saat musim kemarau kembali menjadi persoalan berulang. Ketergantungan pada sumber air pegunungan membuat pasokan air tidak stabil, sehingga warga mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai solusi permanen.
Di sektor pendidikan, masyarakat mendorong perluasan program peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program satu desa satu sarjana dinilai belum merata dan diusulkan ditingkatkan menjadi satu RT satu sarjana.
Reses yang dihadiri perwakilan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama itu menjadi ruang penyampaian langsung berbagai kebutuhan warga di daerah pemilihan II yang meliputi Batu Ampar, Jorong, dan Kintap.
Agus Prasetya menyatakan akan menampung dan memperjuangkan seluruh aspirasi tersebut melalui mekanisme di DPRD.
Persoalan yang muncul dalam reses ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berkutat pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.












