Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi dan Akses Pasar di Webinar Kartini 2026

×

Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi dan Akses Pasar di Webinar Kartini 2026

Sebarkan artikel ini
Pelaku UMKM mengikuti pelatihan membuat produk di Rumah BUMN Pertamina untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing usaha.
Pelaku UMKM mengikuti pelatihan keterampilan produksi di Rumah BUMN Pertamina sebagai upaya meningkatkan inovasi dan daya saing usaha.

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas melalui peningkatan inovasi dan akses pasar. Upaya ini diwujudkan lewat Webinar Kartini 2026 yang diikuti lebih dari 500 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan yang digelar secara daring pada Rabu (22/4) itu mengusung tema “Peningkatan Daya Saing, Inovasi, dan Akses Pasar untuk UMKM”, sekaligus menjadi momentum memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional di tengah tantangan global.

VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto, mengatakan pelaku UMKM saat ini menghadapi tekanan dari kenaikan biaya produksi yang berdampak pada daya jual. Namun, ia menilai kondisi ekonomi nasional masih cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan usaha.

“UMKM sedang diuji daya tahannya. Ketahanan itu harus diiringi inovasi dan kegigihan agar mampu membuka peluang pasar baru dan meningkatkan daya saing,” ujar Rudi.

Menurutnya, inovasi menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.

Webinar ini juga menghadirkan kisah inspiratif dari Nilamsari Sahadewa, Founder Kebab Turki Baba Rafi, yang membagikan pengalaman membangun bisnis dari skala kecil hingga mendunia. Ia menekankan pentingnya fondasi bisnis yang kuat, budaya kerja yang solid, serta kesiapan sumber daya dalam menghadapi ekspansi usaha.

Saat ini, Kebab Turki Baba Rafi telah memiliki lebih dari 1.600 outlet di 10 negara, menjadi salah satu contoh UMKM Indonesia yang berhasil menembus pasar internasional.

Di sisi lain, Pertamina melalui program Rumah BUMN terus memperluas dampak pemberdayaan UMKM. Hingga kini, tercatat sebanyak 15.884 UMKM telah dibina. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Pertamina juga memfasilitasi 1.323 sertifikasi, 267 pelatihan, serta 179 pameran lokal bagi UMKM binaannya.

Baca Juga  Pertamina Retail Persiapkan Pekerja SPBU Hadapi Situasi Darurat

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan.

“Pertamina berkomitmen mendampingi UMKM agar semakin tangguh, adaptif, dan berdaya saing sehingga mampu tumbuh dan menembus pasar yang lebih luas,” katanya.

Lebih dari sekadar peningkatan kapasitas, program ini juga berdampak langsung pada perluasan akses pasar, peningkatan kualitas produk, serta peningkatan pendapatan pelaku UMKM.

Momentum Hari Kartini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan dan inovasi harus terus hidup dalam diri pelaku UMKM untuk membawa produk lokal ke tingkat global.

Selain itu, efisiensi energi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Pemanfaatan energi yang lebih bijak dinilai tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk dan memperkuat ketahanan usaha.

Dengan pendekatan ini, UMKM tidak hanya mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi, tetapi juga berpeluang tumbuh lebih cepat, membuka lapangan kerja, serta berkontribusi pada ketahanan ekonomi dan energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *