TANAH BUMBU — Komisi II DPRD Tanah Bumbu menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian serta kontraktor pelaksana, Kamis (2/4/2026), untuk membahas progres pembangunan pasar darurat dan rencana Pasar Bumi Pangeran Pagatan.
Dalam rapat tersebut terungkap bahwa mayoritas pedagang telah menempati lokasi penampungan sementara. Dari total 200 lapak yang disediakan, lebih dari 80 persen sudah digunakan.
Namun, sebagian pedagang, terutama pedagang kain, masih menunda kepindahan karena perlu melakukan penyesuaian pada lapak agar lebih layak digunakan untuk berjualan.
Ketua Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Andi Erwin Prasetya, menyebut pembangunan fisik lapak telah rampung, namun masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu dilengkapi.
Ia menyoroti kebutuhan sarana pendukung seperti aliran listrik, urukan tanah, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang menjadi faktor penting bagi kenyamanan pedagang.
Menurutnya, pihak kontraktor menyatakan akan segera menyelesaikan kekurangan tersebut dalam waktu dekat.
DPRD mendorong percepatan penyelesaian fasilitas agar seluruh pedagang dapat segera menempati lapak yang tersedia dan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut kembali berjalan normal.












