SURABAYA — Pencurian besi pelindung tiang pancang di Jembatan Suramadu memicu kekhawatiran terhadap keselamatan struktur jembatan penghubung Surabaya–Madura tersebut.
Petugas menemukan empat balok besi pelindung berbahan antikarat dengan berat masing-masing sekitar 120 kilogram. Komponen tersebut berfungsi melindungi tiang pancang dari korosi akibat paparan air laut.
Ahli Teknik Sipil Struktur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Mudji Irmawan, mengatakan hilangnya pelindung dapat mempercepat proses korosi, terutama di area pasang surut.
“Pencurian besi pelindung yang terbuat dari seng 99 persen akan membuat tiang pancang lebih mudah mengalami korosi,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Ia menegaskan, korosi pada tiang pancang merupakan ancaman serius yang berpotensi mengganggu kekuatan struktur jembatan.
“Kalau tiang pancangnya korosi, bisa jebol bahkan ambruk,” kata Mudji.
Menurutnya, diperlukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh tiang pancang, terutama di titik rawan, untuk memastikan kondisi struktur tetap aman.
Selain itu, komponen pelindung yang hilang perlu segera diganti guna mencegah kerusakan lebih lanjut.
Kasus ini bukan kali pertama terjadi dan kembali menyoroti pentingnya pengamanan infrastruktur strategis nasional dari aksi pencurian.












