Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Peristiwa

Pemuda Kelampangan yang Tenggelam di Sungai Kahayan Ditemukan Meninggal Dunia

×

Pemuda Kelampangan yang Tenggelam di Sungai Kahayan Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Tim SAR mengevakuasi korban tenggelam di Sungai Kahayan Pulang Pisau pada malam hari setelah dua hari pencarian.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad korban yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Kahayan, Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (18/3/2026) dini hari.

Pulang Pisau — Pemuda yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Kahayan, Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (18/3/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Ahmad Siddik Suriatna (21), warga Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya.

Penemuan ini merupakan lanjutan dari peristiwa tenggelamnya korban yang sebelumnya diberitakan terjadi saat bekerja di atas lanting (dermaga apung) di tepian Sungai Kahayan.

Korban jatuh ke sungai pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itu, korban diduga terpeleset ketika beraktivitas. Korban yang diketahui tidak bisa berenang kemudian tenggelam dan terseret arus.

Upaya pencarian sempat dilakukan oleh warga dan keluarga secara mandiri di hari pertama, namun belum membuahkan hasil.

Pencarian kemudian dilanjutkan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Palangka Raya, TNI-Polri, BPBD, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Titik terang muncul pada hari kedua pencarian. Sekitar pukul 03.10 WIB, seorang warga yang melintas menggunakan perahu klotok melihat sosok mengapung di permukaan sungai.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim SAR.

“Korban ditemukan berdasarkan laporan warga yang melintas di sungai. Jaraknya sekitar 500 meter dari titik awal kejadian,” ujar Koordinator Lapangan Basarnas Antonius Tri Antoro.

Sekitar pukul 04.17 WIB, jasad korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Kalampangan dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana menyampaikan bahwa operasi pencarian resmi dihentikan setelah korban ditemukan.

“Operasi SAR kami tutup. Terima kasih kepada seluruh unsur dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang bekerja di atas lanting dan tidak memiliki kemampuan berenang.

Baca Juga  ABK Nelayan Hilang Ditemukan Tewas Mengapung di Pantai Nguluran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *