Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik Meski Harga Minyak Dunia Tembus US$100

×

Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik Meski Harga Minyak Dunia Tembus US$100

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum menaikkan harga BBM meski harga minyak dunia melonjak. (Dok: Kemenkeu RI)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan terkait kebijakan pemerintah menahan kenaikan harga BBM bersubsidi di Jakarta. (Foto: Dok. Kemenkeu RI)

JAKARTA — Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi belum akan dinaikkan, meskipun harga minyak mentah dunia sempat melonjak akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah memilih menahan dampak kenaikan harga minyak global melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Tidak, pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM,” kata Purbaya usai rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, APBN digunakan sebagai peredam tekanan (shock absorber) terhadap gejolak harga minyak dunia agar lonjakan harga energi tidak langsung membebani masyarakat maupun aktivitas ekonomi.

Purbaya menjelaskan harga minyak mentah global sempat menembus lebih dari US$100 per barel, jauh di atas asumsi harga minyak dalam APBN 2026 sekitar US$70 per barel. Meski demikian, pemerintah menilai kondisi fiskal masih cukup kuat untuk menahan dampaknya.

Ia menilai jika kenaikan harga minyak langsung diteruskan ke harga BBM di dalam negeri, maka berpotensi menekan daya beli masyarakat sekaligus memperlambat pertumbuhan ekonomi.

“Kalau langsung diteruskan ke harga BBM, tentu akan mempengaruhi daya beli dan aktivitas ekonomi. Karena itu sementara ini diserap dulu oleh APBN,” ujarnya.

Lonjakan harga minyak dunia dipicu ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang berdampak pada terganggunya jalur perdagangan energi global, termasuk penutupan sementara jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Meski demikian, Purbaya memastikan stabilitas harga BBM di dalam negeri masih dapat dijaga karena pemerintah menanggung kenaikan biaya tersebut melalui kebijakan fiskal.

“Selama ini gejolak di luar tidak terlalu terasa di dalam negeri karena pemerintah mengabsorb kenaikan biayanya,” ujarnya.

Baca Juga  Harga Komoditas di Pasar Kadipaten Majalengka Naik Jelang Nataru

Ia juga menegaskan ketahanan fiskal pemerintah masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan harga minyak dunia, meski tidak merinci sampai kapan APBN dapat menahan dampak lonjakan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *