Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Peristiwa

Banjir Rendam Bazar Takjil di Bangkalan, 150 UMKM Sepi Pembeli

×

Banjir Rendam Bazar Takjil di Bangkalan, 150 UMKM Sepi Pembeli

Sebarkan artikel ini
Banjir menggenangi bazar takjil di Jalan Letnan Abdullah Bangkalan setelah hujan deras, membuat aktivitas UMKM sepi pembeli.
Genangan air merendam kawasan bazar takjil di Jalan Letnan Abdullah, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (10/3/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kondisi ini membuat aktivitas jual beli sekitar 150 pelaku UMKM menjadi sepi.

BANGKALAN — Bazar takjil di Jalan Letnan Abdullah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (10/3/2026) sore.

Bazar yang diikuti sekitar 150 pelaku UMKM itu sempat dipadati pedagang yang baru menata dagangan menjelang waktu berbuka puasa. Namun hujan deras membuat area bazar tergenang air dan pembeli pun berkurang drastis.

Salah satu pedagang, Dina Mayasari, mengatakan hujan mulai turun sekitar pukul 15.45 WIB saat para pedagang mulai menyiapkan dagangan.

Menurutnya, hujan kali ini berbeda dari biasanya yang diawali gerimis.

“Biasanya hujan dimulai gerimis dulu, tapi tadi langsung deras dan berlangsung cukup lama,” kata Dina.

Genangan air dengan cepat memenuhi area bazar. Kondisi tersebut, kata Dina, kerap terjadi ketika hujan turun deras karena saluran air di sekitar lokasi diduga tidak berfungsi dengan baik.

“Kalau hujan di sini memang sering banjir. Di sisi selatan biasanya cepat surut, tapi di sisi utara airnya lama turun,” ujarnya.

Akibat genangan air tersebut, jumlah pembeli yang datang jauh berkurang. Dina mengaku banyak dagangan ayam dan bebek goreng miliknya tidak terjual hingga menjelang waktu berbuka.

Kondisi serupa dialami Maimunah, pedagang minuman es di lokasi bazar. Ia terpaksa tetap berjualan hingga malam hari karena minuman yang sudah diracik tidak bisa disimpan kembali.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan M Zainul Qomar menjelaskan hujan lebat yang terjadi dipicu aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), Low Frequency, dan gelombang Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Menurutnya, kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Baca Juga  Lansia 72 Tahun Ditemukan Meninggal Kos

BPBD Bangkalan memperkirakan potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga akhir pekan. Masyarakat diminta tetap waspada saat beraktivitas di luar rumah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *