Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Perkuat Program TJSL Pemberdayaan Perempuan di 49 Wilayah Indonesia

×

Pertamina Patra Niaga Perkuat Program TJSL Pemberdayaan Perempuan di 49 Wilayah Indonesia

Sebarkan artikel ini
Kelompok perempuan mengikuti program pemberdayaan Pertamina Patra Niaga melalui urban farming hidroponik untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Program pemberdayaan perempuan Pertamina Patra Niaga melalui kegiatan urban farming hidroponik yang melibatkan kelompok perempuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

JAKARTA — Pertamina Patra Niaga memperkuat pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis pemberdayaan perempuan di berbagai wilayah operasional perusahaan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional.

Program yang dilaksanakan di 49 titik di seluruh Indonesia tersebut telah memberikan pendampingan kepada 695 perempuan untuk berkembang secara ekonomi maupun sosial.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M. V. Dumatubun mengatakan pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari upaya mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Pemberdayaan perempuan merupakan bagian integral dari pelaksanaan TJSL Pertamina Patra Niaga. Ketika perempuan diberi akses terhadap ruang belajar, peluang usaha, dan penguatan kapasitas, dampaknya akan langsung terasa pada ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas,” ujarnya.

Salah satu program unggulan dijalankan melalui Integrated Terminal Makassar dengan inisiatif PUANMAKARI (Perempuan Mandiri, Anak Percaya Diri).

Program ini awalnya berfungsi sebagai shelter bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kemudian berkembang menjadi ruang pemberdayaan perempuan dan anak yang berkelanjutan.

Program PUANMAKARI bahkan meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selama dua tahun berturut-turut pada 2023 dan 2024.

Melalui program tersebut, 103 perempuan dan 230 anak telah mendapatkan pendampingan. Selain itu, 36 perempuan dan remaja perempuan berhasil mengembangkan usaha produktif.

Dari sisi ekonomi, program Sekolah Anak Percaya Diri mencatat peningkatan pendapatan hingga Rp51,9 juta, sementara Kelompok Srikandi menghasilkan pendapatan sebesar Rp86,6 juta dari aktivitas produktif yang dijalankan.

Salah satu orang tua peserta program, Wahida Rahman, mengaku merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut.

“Anak saya dulu pendiam dan tertutup. Sekarang dia lebih kreatif dan sopan kepada orang tua. Semoga program ini terus berlanjut dengan pembelajaran yang semakin berkualitas,” katanya.

Baca Juga  Pertamina Gandeng Rutan Kebumen, UMKM Binaan Libatkan Warga Binaan Olah Limbah Pelepah Pisang

Selain di Makassar, program pemberdayaan perempuan juga dijalankan di Kampung Atas Air, Balikpapan, melalui program RAWABENING (Rain Water Harvesting and Urban Farming).

Program ini mengembangkan 10 meja hidroponik dengan 440 lubang tanam yang menghasilkan sekitar 8.900 bibit sayuran. Sistem pemanenan air hujan yang digunakan mampu menghemat penggunaan air hingga 92.400 liter per tahun.

Kelompok perempuan yang terlibat juga mengembangkan berbagai produk olahan sayuran yang mampu meningkatkan pendapatan anggota hingga 20,5 persen setiap panen.

Sementara itu, melalui unit Pertamina International Shipping (PIS), perusahaan juga menjalankan program Rumah Sakit Kapal di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan.

Program tersebut telah memberikan layanan kesehatan kepada 726 perempuan dewasa melalui Poli Umum serta 145 perempuan dewasa melalui Poli Gigi.

Selain layanan kesehatan, program ini juga memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan perempuan di wilayah setempat, termasuk 8 bidan untuk layanan Antenatal Care (ANC) dan 4 bidan untuk pelatihan USG dasar.

Melalui berbagai program tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program TJSL yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Perusahaan berharap program pemberdayaan perempuan ini mampu mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *