CIREBON, Jawa Barat — Banjir yang melanda Kabupaten Cirebon terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, hingga Minggu (14/12/2025), sedikitnya 22 desa dan kelurahan di 10 kecamatan terdampak, dengan 6.530 warga terimbas genangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Hadi Eko, mengatakan banjir mulai masuk ke permukiman warga sejak Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB, menyusul hujan berintensitas tinggi yang turun cukup lama.
“Hujan deras menyebabkan sejumlah sungai meluap dan air menggenangi kawasan permukiman,” kata Hadi.
Ketinggian air di wilayah terdampak bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 1 meter. Selain rumah warga, banjir juga merendam area persawahan, akses jalan, serta sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah dan tempat ibadah.
BPBD bersama unsur terkait masih melakukan evakuasi, terutama terhadap kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak yang terjebak di rumah.
“Hingga siang ini kami masih memantau debit air sungai. Belum ada tanda-tanda surut,” ujarnya.
Sebagian warga memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman, sementara anggota keluarga lainnya bertahan di rumah untuk menjaga barang-barang berharga. BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat potensi hujan masih terjadi di wilayah Cirebon dan sekitarnya.












