Kotabaru – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus didorong dari daerah. Di Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, panen raya jagung serentak Kuartal IV digelar pada Senin (8/12/2025) sebagai bagian dari akselerasi program swasembada pangan 2025.
Panen dipimpin Wakil Kepala Polres Kotabaru, Kompol Andi Ahmad Bustanil, yang hadir mewakili unsur kepolisian dalam penguatan sektor produksi pangan di wilayah tersebut. Kegiatan berlangsung di lahan milik PT Bersama Sejahtera Sakti (BSS) dan melibatkan pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat.
Keterlibatan aparat kepolisian dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan program pangan strategis, terutama di daerah sentra produksi. Polri dalam beberapa tahun terakhir turut berperan sebagai mitra pengamanan distribusi dan pendampingan program ketahanan pangan nasional.
Panen raya kali ini dilakukan di tiga titik utama. Pantai Timur Estate (PTE) di Desa Batu Tunau mencatat hasil panen sekitar 8 ton dari lahan 3,5 hektare. Laut Timur Estate (LTE) Desa Sejakah memanen sekitar 1 ton dari lahan 1 hektare. Sementara Pondok Pesantren Roudlolut Thalibin Batu Tunau menghasilkan 1 ton jagung dari lahan seluas 0,75 hektare.
Total produksi sekitar 10 ton jagung itu rencananya diserap oleh Bulog Kotabaru sebagai bagian dari menjaga stabilitas stok dan harga pangan di daerah.
Sejumlah pihak menilai model kolaborasi antara sektor industri, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat seperti ini menjadi contoh implementasi program swasembada pangan yang berbasis daerah namun berdampak nasional. Dengan penguatan produksi di tingkat lokal, ketahanan pangan nasional diharapkan semakin resilien menghadapi tantangan cuaca dan dinamika ekonomi.
Kegiatan panen raya berakhir pada siang hari dalam situasi aman dan kondusif. Kabupaten Kotabaru kini diproyeksikan sebagai salah satu simpul produksi jagung di Kalimantan Selatan yang berkontribusi terhadap agenda pangan nasional 2025.












