Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Dunia–Internasional

Peresmian Masjid Salamad di Vietnam, Simbol Penguatan Kerja Sama Indonesia–Vietnam

×

Peresmian Masjid Salamad di Vietnam, Simbol Penguatan Kerja Sama Indonesia–Vietnam

Sebarkan artikel ini
Pejabat Indonesia dan komunitas Muslim menghadiri peresmian Masjid Salamad di An Giang, Vietnam.
Peresmian Masjid Salamad di An Giang, Vietnam, yang dihadiri pejabat Indonesia dan lembaga filantropi.

Masjid Salamad di Kota Long Xuyen, Provinsi An Giang, Vietnam Selatan, resmi dibuka pada Jumat (5/12). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, serta dihadiri perwakilan Kemenag RI, KBRI Hanoi, KJRI Ho Chi Minh, dan sejumlah lembaga filantropi Indonesia.

Charge d’Affaires/Head of Mission KBRI Hanoi, Jane Runkat, menyebut pembukaan masjid ini menjadi momentum penting dalam hubungan Indonesia–Vietnam yang telah terjalin selama tujuh dekade. Ia menekankan bahwa kerja sama kedua negara telah berkembang di berbagai sektor—ekonomi, pendidikan, politik, hingga kemasyarakatan—dan akan ditingkatkan menjadi kemitraan strategis pada Maret 2025.

“Peresmian Masjid Salamad merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga membuka potensi kerja sama sosial-ekonomi, termasuk pendidikan dan pengembangan industri halal,” kata Jane.

Warsito menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga yang berkontribusi dalam pembangunan masjid tersebut. Ia menilai kehadiran Masjid Salamad mencerminkan harmonisasi kehidupan beragama Indonesia dan Vietnam.

“Masjid ini menjadi simbol peluang strategis kedua negara untuk melangkah menuju kemajuan,” ujarnya. Warsito berharap masjid tersebut dapat berkembang sebagai pusat pemberdayaan komunitas Muslim setempat, termasuk membuka peluang kerja sama di sektor ekowisata dan sister city.

Dari unsur filantropi, Lazismu hadir melalui Sekretaris Badan Pengurus Pusat Gunawan Hidayat dan Direktur Utama Ibnu Tsani. Gunawan menyebut pembangunan masjid ini sarat tantangan mengingat kondisi minoritas Muslim di Vietnam.

“Perjuangan komunitas Muslim di Vietnam tidak mudah—mulai dari stigma hingga dinamika internal dalam mengembangkan dakwah,” ujar Gunawan.

Lazismu berkontribusi dalam penyediaan lift masjid untuk memudahkan jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas mencapai ruang salat di lantai dua. Namun Gunawan menegaskan bahwa pembangunan fisik bukanlah tujuan akhir.

Baca Juga  VIP Inisiasi Konvensi Perdamaian Nasional Pertama

“Masjid harus menjadi pusat penguatan umat. Program pelatihan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, serta sertifikasi pelaku ekonomi produk halal, menjadi kebutuhan berikutnya,” tambahnya.

Sumber: Muhammadiyah.or.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *