Pemerintah bersama Pertamina bergerak cepat memperkuat penanganan darurat pascabanjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri serta Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, turun langsung meninjau kondisi lapangan, Selasa (2/12).
Kunjungan kerja dilakukan di sejumlah titik terdampak mulai dari Aceh, Sibolga, hingga wilayah yang aksesnya terputus. Pemerintah memastikan ketersediaan energi tetap terjaga di tengah situasi darurat, termasuk layanan SPBU dan kebutuhan BBM untuk alat berat, kendaraan evakuasi, hingga dapur umum.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pasokan BBM dan LPG pada prinsipnya aman, namun hambatan utama berada pada akses darat yang terputus akibat infrastruktur terdampak. Karena itu, pemerintah bersama Pertamina mengalihkan distribusi energi melalui jalur laut dan udara.
“Mobilisasinya ke daerah-daerah ini terkendala jalan dan jembatan yang putus. Maka kita pakai cara lain—ada yang lewat pesawat, ada yang pakai rakit. Seperti di Bireuen, Aceh, distribusi dilakukan lewat rakit untuk memastikan BBM tetap sampai ke lokasi,” ujarnya.
Bahlil juga meminta SPBU di wilayah terdampak memperpanjang jam operasional, bahkan membuka layanan 24 jam bila diperlukan, agar kebutuhan energi masyarakat dan operasional penanganan bencana tetap berjalan lancar.
Pertamina menyalurkan BBM untuk operasional alat berat pembuka akses jalan, LPG untuk dapur umum, hingga Avtur untuk pesawat logistik BNPB. Di titik yang sepenuhnya terisolasi, Pertamina mengoperasikan pesawat perintis untuk menerbangkan BBM, seperti ke Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Sibolga.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat di tengah situasi bencana berskala besar.
“Pertamina berkomitmen menjaga pasokan energi sekaligus membantu pemulihan sosial masyarakat di seluruh wilayah terdampak bencana,” tegasnya.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menambahkan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan untuk memperkuat distribusi energi di lapangan.
“Di tengah keterbatasan akses, kami memastikan masyarakat tetap mendapatkan energi. Kami mengirimkan BBM untuk alat berat, menyediakan Avtur untuk pesawat bantuan, hingga menerbangkan BBM ke daerah yang terisolasi. Ini komitmen kami agar pemulihan berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Pertamina dan Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas, TNI AU, BNPB, serta para pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan layanan energi di tiga provinsi tersebut.
“Kami berupaya all out memastikan BBM dan LPG terdistribusi cepat dan merata, agar masyarakat tetap memiliki akses energi dalam situasi tanggap darurat,” tutur Mars Ega.












