Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Opini

Penerima Supersemar Bangga Pak Harto Jadi Pahlawan Nasional

×

Penerima Supersemar Bangga Pak Harto Jadi Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini
Penerima Beasiswa Supersemar Dr. Badri Khaeruman mengenang jasa Soeharto sebagai Bapak Pembangunan dan calon Pahlawan Nasional.

Oleh: Dr. Badri Khaeruman – Penerima Beasiswa Supersemar, Dosen UIN Bandung

Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto, dalam sepekan terakhir kembali mencuri perhatian publik. Di berbagai media, terutama media daring, topik ini menjadi perbincangan hangat yang sarat emosi kebangsaan.

Sebagai mantan mahasiswa era 1980-an yang beruntung menjadi penerima Beasiswa Supersemar, saya menyambut wacana ini dengan rasa haru dan bangga. Ada getaran batin yang sulit diungkapkan ketika jasa besar Pak Harto akhirnya diakui secara resmi oleh negara yang dulu ia pimpin dengan dedikasi dan disiplin tinggi.

Saya masih ingat jelas, ketika beliau wafat pada awal 2008, saya terdorong menelusuri kembali jejak pengabdian panjangnya. Hasil perenungan itu kemudian saya tuangkan dalam buku “Pak Harto dalam Kenangan: 58 Tahun Mengabdi untuk Bangsa dan Negara” yang terbit pada Juni 2009 — bentuk kecil penghormatan kepada sosok pemimpin yang mengangkat bangsa ini dari keterpurukan menuju kemandirian.

Bahkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pernah menegaskan bahwa Soeharto adalah Bapak Pembangunan Nasional yang meninggalkan warisan nyata: swasembada pangan, pembangunan infrastruktur, stabilitas ekonomi, hingga kesempatan pendidikan melalui Beasiswa Supersemar. Pernyataan itu memperkuat keputusan MPR RI tahun 1982 yang menetapkan Soeharto sebagai Bapak Pembangunan.

Kini, setelah hampir dua dekade sejak kepergiannya, wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional bagi Pak Harto menemukan momentumnya. Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga pemulihan sejarah dan penegakan keadilan moral bagi bangsa Indonesia.

Atas nama para penerima Beasiswa Supersemar di seluruh Indonesia, saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepekaan sejarah dan kebesaran jiwa beliau dalam menghargai jasa para pemimpin bangsa.

Baca Juga  Presiden Prabowo Dipastikan Hadiri Hari Pers Nasional 2026 di Banten

Semoga keputusan untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Pak Harto dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bukan semata keputusan politik, melainkan langkah kenegarawanan yang meneguhkan persatuan dan penghormatan terhadap sejarah besar Indonesia.

Kami, para alumni penerima Supersemar yang kini telah menua, ingin mempersembahkan doa dan rasa syukur untuk mengenang dua sosok besar yang berbeda namun sama-sama mencintai rakyatnya.
Semoga semangat dan teladan mereka menjadi cahaya bagi generasi mendatang dalam membangun bangsa yang berterima kasih dan beradab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *