Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjarbaru

Kapolda Kalsel Paparkan Strategi Ketahanan Pangan Nasional di Forum Pimpinan Perguruan Tinggi

×

Kapolda Kalsel Paparkan Strategi Ketahanan Pangan Nasional di Forum Pimpinan Perguruan Tinggi

Sebarkan artikel ini
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memberikan paparan ketahanan pangan nasional di Forum FP2TPKI Banjarbaru.
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dalam pemaparan strategi ketahanan pangan nasional dalam Forum FP2TPKI di Banjarbaru, Kamis (6/11/2025).

BANJARBARU – Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menjadi narasumber kunci dalam Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) yang digelar di Ballroom Hotel Grand Qin, Banjarbaru, Kamis (6/11/2025).

Dalam forum yang dihadiri akademisi, praktisi, dan unsur pemerintah itu, Kapolda Kalsel memaparkan materi berjudul “Bedah Peluang, Tantangan, dan Strategi Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional.”

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa dalam paparannya, Kapolda menegaskan ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional, karena menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar rakyat serta stabilitas negara.

“Polri memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penegak hukum dan penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penggerak, pengawas, dan pelindung dalam pelaksanaan program ketahanan pangan,” ujar Irjen Pol Rosyanto Yudha.

Ia menambahkan, ketahanan pangan beririsan langsung dengan lima aspek utama ketahanan nasional: ekonomi, politik dan stabilitas sosial, pertahanan dan keamanan, sosial budaya, serta lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga memaparkan perbedaan pendekatan antara kepolisian tradisional dan kepolisian modern.
Menurutnya, kepolisian modern berfokus pada kemitraan dengan masyarakat, pencegahan kejahatan, serta pemeliharaan ketertiban sosial secara proaktif dan berbasis data, sedangkan kepolisian tradisional lebih menitikberatkan pada penegakan hukum dan respons cepat terhadap kejahatan.

“Tujuan kepolisian modern adalah meminimalkan potensi kejahatan melalui pendekatan yang cerdas dan kolaboratif, bukan sekadar menekan angka kejahatan setelah terjadi,” jelas Kapolda.

Terkait dukungan terhadap ketahanan pangan, Polda Kalsel telah menggandeng sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Daerah, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Perum Bulog, PT Antang Gunung Meratus (AGM), kelompok tani, serta media massa.

Beberapa program unggulan yang dijalankan antara lain pemanfaatan lahan basah untuk penanaman jagung, pengembangan greenhouse dengan tanaman hortikultura, budidaya ikan sistem bioflok, serta pengembangan peternakan sapi.

Baca Juga  Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Kalsel Raih Penghargaan, Jaga Stabilitas Harga dan Dorong Swasembada Jagung

Selain itu, Polda Kalsel juga menginisiasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Kalimantan Selatan serta menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Atas berbagai inovasi tersebut, Kapolda Kalsel beserta jajaran menerima sejumlah penghargaan, antara lain Kompolnas Award, penghargaan dari Gubernur Kalimantan Selatan, serta predikat sebagai salah satu pemenang Lomba Pembinaan SDM Ketahanan Pangan dari SSDM Polri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *